Pertama Kali di Kota Medan

Antonius Tumanggor Edukasi Masyarakat Cara Menghadapi Kebakaran Akibat Gas dan BBM


144 view
Foto: Dok/Fraksi Nasdem DPRD Kota Medan
PADAMKAN API: Petugas pemadam kebakaran Dinas P2K Kota Medan mencontohkan bagaimana memadamkan api dengan cara sederhana kepada masyarakat, pada Sosialsiasi Perda Nomor 6 Tahun 2016 tentang retribusi pemeriksaan alat pemadam kebakaran, Minggu (28/3) di Jalan Mesjid, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat.
Medan (SIB)
Anggota DPRD Medan Antonius Devolis Tumanggor SSos mengedukasi masyarakat bagaimana mengatasi kebakaran tanpa kepanikan. Edukasi ini adalah yang pertama kali di Kota Medan langsung menghadirkan masyarakat lewat Sosialisasi Perda Nomor 6 tahun 2016 tentang retribusi pemeriksaan alat pemadam kebakaran, Minggu (28/3) di Jalan Mesjid, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat.

Lewat Sosialisasi Perda (Sosper) ini, Antonius menghadirkan Kepala Dinas Penanggulangan Pemadam Kebakaran (P2K) A Sidauruk lengkap dengan personil dan armada pemadam kebakaran. Ia ingin masyarakat mendapatkan pengetahuan yang berharga dari Sosper ini, melihat langsung bagaimana petugas pemadam kebakaran mencontohkan bagaimana menjinakkan api.

“Itu lebih baik daripada saya hanya membacakan lembar-demi lembar pasal-pasal Perda Nomor 6 tahun 2016. Masyarakat bisa menyaksikannya langsung secara seksama dan kita harapkan bisa melekat di benak mereka dan menjadi pengetahuan baru untuk diterapkan jika ada kobaran api akibat bahan bakar minyak atau gas bocor di dalam rumah,” kata Antonius.

Sementara itu Kadis P2K Kota Medan, A Sidauruk menyebutkan, bila terjadi kebakaran sebaiknya tidak panik. Kepanikan akan membuat orang menjadi ceroboh sehingga mengakibatkan kobaran api tidak terkendali. Ia berterima kasih kepada Antonius Tumanggor yang mau menyosialisasikan Perda No.6 Tahun 2016 ini.

Faktor kebakaran kata Sidauruk sering dipicu oleh kebocoran gas, jika itu terjadi masyarakat jangan panik. Pada Sosper tersebut, Dinas P2K mengajarkan langkah-langkah yang harus dilakukan bila terjadi kebocoran gas. Jika terjadi kebakaran akibat kebocoran tabung gas, disarankan agar membuka regulator tabung gas. “Atau memadamkan api dengan menggunakan goni yang sudah dibasahi dengan air agar api tidak merambat ke bagian lainnya. Jika kebakaran akibat bahan bakar minyak, juga harus meyiapkan goni basah dan menutup objek kebakaran. Jangan memadamkan api dengan air karena api akan semakin menyala,” terang Sidauruk.

Antonius Tumanggor menjelaskan, kondisi keuangan P2K Kota Medan tidak memungkinkan untuk pengadaan mobil pemadam kebakaran di setiap kecamatan. Karena satu unit mobil pemadam kebakaran dengan kapasitas 3,5 ton air harganya mencapai Rp 1,65 miliar. Ia menyarankan agar warga mematuhi standart pemadam kebakaran, terutama pertokoan, hotel maupun gedung perkantoran. Minimal menyiapkan alat pemadam kebakaran api sehingga bisa mencegah terjadinya kebakaran.

Sedangkan A Sidauruk berharap, 50 orang anggota DPRD Medan menyosialisasikan Perda ini, agar cara menjinakkan api dengan pola sederhana dapat tersosialisasi di seluruh kecamatan di Kota Medan. Dinas P2K siap menghadirkan personil untuk mendemonstrasikan bagaimana cara menjinakkan api. (A8/d)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib.com edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com