BBKSDA Langkat: Dalam Tiga Pekan 10 Ekor Ternak Lembu Warga Dimangsa Harimau


72 view
Foto Dok/ BBKSDA Lkt
KANDANG JEBAKAN : Inilah salah satu kandang jebakan untuk menangkap Harimau Sumatera (Pathera Tigris Sumatrae) di Desa Lau Damak Kecamatan Bahorok, Langkat.
Langkat (SIB)
Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Wilayah II Langkat, Herbert P Aritonang mengaku sedikitnya 10 ternak lembu warga di Kecamatan Bahorok Kabupaten Langkat sejak tiga pekan terhitung mulai 25 Desember 2020 hingga 11 Januari 2021 dimangsa Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae).

Ternak dimangsa dengan jumlah lima ekor yakni pada 25 Desember 2020 di Desa Lau Damak dua ekor lembu, pada 6 Januari 2021 dua ekor lembu di desa yang sama dan pada 8 Januari 2021 satu ekor lagi diduga dimangsa harimau yang sama. Kemudian di Dusun Batu Katak Desa Batu Jonjong , lima ekor kembali dimangsa diduga oleh harimau yang berbeda.

“Terkecuali yang terjadi Senin 11 Januari 2021 di Dusun Batu Katak Desa Batu Jonjong, Bahorok memangsa lima ekor lembu sekaligus ( tiga ekor induk dan dua anakan- Red),” itu belum dapat kami simpulkan apakah harimau yang sama dengan yang di Desa Lau Damak,” sebut Herbert P Aritonang melalui telepon selularnya, Selasa (12/1).

Herbert mengaku di tengah menghindari keresahan dan kecemasan akibat konflik harimau dengan warga sekitar, BBKSDA Sumut dan Langkat sejak 8 Januari 2021 telah memasang kandang jebak di Desa Lau Damak Kecamatan Bahorok. Dengan harapan dapat menangkap harimau dimaksud dan bila berhasil akan dikembalikan ke zona inti Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) atau memindahkan ke kawasan hutan yang menjorok ke dalam.

“Sudah kita pasang dua titik kandang jebakan dan setiap kandang dipasang umpan seekor kambing hidup, namun sampai sekarang belum berhasil tertangkap,” sebut Herbert Aritonang. Petugas BBKSDA dan TNGL Resort Bukitlawang juga melakukan patroli untuk mengantisipasi masuknya harimau ke pemukiman warga.

Herbert mengaku penyebab Harimau memangsa ternak warga karena memilih mangsa yang mudah didapat ketimbang memburu babi hutan yang lebih sulit memperolehnya. Sedangkan ternak lembu ada di pinggir hutan dan diikat.

“Sudah menjadi kebiasaan harimau mencari mangsa yang mudah didapat. Sehingga tidak perlu mencari dan memburu mangsa yang sulit memperolehnya," sebut Herbert.

Dimangsa di Besitang
Kepala BBKSDA Wilayah II Langkat ini mengaku selain di Kecamatan Bahorok, satu ekor ternak lembu di hari yang sama Senin (11/1) juga dimangsa harimau di Desa Sei Bamban Desa Bukitmas Besitang yang merupakan wilayah kerja BBKSDA Besitang.

Herbert Aritonang mengatakan terkait sejumlah ternak warga yang dimangsa Harimau Sumatera itu, BBKSDA Langkat tidak adan melakukan ganti rugi kepada masyarakat. Hal itu sesuai Peraturan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tentang Penangggulangan Konflik. “Kita tidak ada diwajibkan mengganti rugi hewan ternak warga terkait konflik hewan itu,” sebutnya. (M-24/d)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com