BBMKG Wilayah I Catat 2.019 Kejadian Gempa Bumi di Aceh dan Sumut di Tahun 2023


256 view
BBMKG Wilayah I Catat  2.019 Kejadian Gempa Bumi di Aceh dan Sumut di Tahun 2023
Foto harianSIB.com/Wilfred Manullang
Kepala BBMKG Hendro Nugroho (kiri) didampingi Kepala Tata Usaha BBMKG Wilayah I, Trismanto, Koordinator Meteorologi, Ramos Lumban Tobing dan Koordinator Geofisika, Lewi Ristiyono, memberikan pemaparan terkait bencana dan cuaca yang terjadi di Sumut dan Aceh sepanjang tahun 2023 di kantor BBMKG Wilayah I, Kamis (4/1/2024) 

Medan (harianSIB.com)

Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I sepanjang tahun 2023 mencatat 2.019 kejadian gempa bumi tersebar di wilayah Aceh dan Sumatera Utara. Jumlah gempa ini meningkatkan 6% dibandingkan tahun 2022 dan 1% jika dibandingkan tahun 2021, serta meningkat 50% jika dibandingkan tahun 2020. Jumlah gempa bumi tertinggi terjadi pada bulan Agustus yaitu sebanyak 242 kejadian gempa bumi.

"Secara statistik mayoritas kejadian gempa bumi memiliki kekuatan magnitudo M<4 dengan kedalaman dangkal (<60km) dan mayoritas terjadi di darat. Hal ini menunjukkan tingginya tingkat seismisitas pada segmen-segmen sesar aktif di Sumatera," ungkap Kepala BBMKG Wilayah I Hendro Nugroho ST MSi saat menyampaikan pemaparan Kaleidoskop Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Tahun 2023, lewat zoom kepada wartawan, Kamis (4/1/2024).

Hendro menjelaskan dari 2.019 kejadian gempa bumi tersebut, sebanyak 57 kejadian gempa bumi dirasakan di wilayah Aceh dan Sumatera Utara. "Dari 57 gempa bumi tersebut, 11 kejadian gempa bumi dikategorikan sebagai gempa bumi dengan skala MMI>4," jelasnya.

Sedangkan untuk wilayah Sumatera Utara sendiri, terdapat 841 kejadian gempa bumi. Kejadian gempa bumi dengan jumlah tertinggi terjadi pada bulan Agustus 2023 dengan total 160 kejadian gempa bumi.

Hendro menjelaskan wilayah Aceh Tengah, Tapak Tuan dan Tarutung memiliki aktivitas kegempaan yang cukup tinggi. "Ini dipengaruhi oleh aktivitas dari Sesar Aceh Tengah di wilayah Aceh Tengah, Sesar Batee di Tapak Tuan dan Sesar Toru di Tarutung," terangnya seraya menambahkan ketiga sesar tersebut sangat aktif dengan laju geser 2 cm/tahun.

Dia menekankan wilayah-wilayah yang jarang dilanda gempa juga harus diwaspai, karena pelepasan energi seismik bisa terjadi kapan saja. "Potensi magnitudo di Sesar Tripa mencapai M 7sehingga perlu diwaspadai karena sebaran gempa bumi yang sedikit," terangnya.

Terkait suhu di Kota Medan dan sekitarnya di sepanjang tahun 2023, BBMKG mencatat suhu udara maksimum mencapai 36,5 C pada bulan April dan suhu minimum tercatat 22,0 C pada bulan Januari. Tingkat kelembaban udara maksimum mencapai 99% di bulan Juli, dan minimum tercatat 47% di bulan Maret. "Jumlah curah hujan tertinggi terjadi di bulan Agustus sebanyak 606,6 mm dan September sebanyak 577,5 mm. Sedangkan untuk jumlah hari hujan terbanyak terjadi di bulan Agustus yakni 28 hari," jelasnya.

BBMKG Wilayah I juga menganalisis bahwa 43 kejadian bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor dan angin kencang diakibatkan oleh cuaca ekstrim. Bencana yang paling sering terjadi adalah banjir yang terjadi di bulan Oktober dan November. "Cuaca ekstrim pada umumnya akibat belokan angin dan konvergensi di wilayah Sumatera Utara sehingga menyebabkan pertunbuhan awan-awan konvektif cukup signifikan," tuturnya. Sementara jumlah titik panas di Sumut terbanyak di bulan Juni sebanyak 382 titik dengan kategori sedang dan tinggi.

Hendro juga menjelaskan kondisi cuaca di wilayah Sumbagut di Januari 2024 berpotensi hujan. Ini disebabkan belokan angin masih cukup kuat melewati wilayah Sumatera Utara sehingga memicu pertumbuhan awan-awan hujan.

Terkait tindakan apa yang harus dilakukan masyarakat saat terjadi bencana, BBMKG telah memberikan edukasi kepada 2.468 siswa mulai dari jenjang SD hingga mahasiswa. BBMKG Wilayah I juga ikut memberikan dukungan dan kontribusi pada kegiatan internasional yang baru-baru ini digelar di Sumatera Utara yakni kejuaraan Dunia F1 Powerboat (F1H2O) dan Aquabike Jetski World Championship di Danau Toba.

Dalam kesempatan itu, Hendro Nugroho menghimbau masyarakat agar mengantisipasi kondisi cuaca dan tetap menjaga kesehatan. Masyarakat juga dapat memperoleh informasi keadaan cuaca dan gempa bumi dengan mengakses situs dan medsos BBMKG.

Turut hadir pada acara tersebut Kepala Tata Usaha BBMKG Wilayah I, Trismanto, Koordinator Meteorologi, Ramos Lumban Tobing dan Koordinator Geofisika, Lewi Ristiyono. (*)

Penulis
: Wilfred Manullang
Editor
: Wilfred/Bantors
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com