Banyak Pemula Berinvestasi, Sekadar Ikut-ikutan Beli Saham


201 view
Istimewa
Ilustrasi 
Medan (SIB)
Kepala Kantor Perwakilan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Sumatera Utara Muhammad Pintor Nasution menilai berinvestasi di pasar saham akhir-akhir ini kian marak terutama di kalangan milenial. Peran sosial media pun turut mendukung gencarnya informasi seputar investasi saham.

Namun sangat disayangkan masih banyak investor pemula belum membekali diri dengan pengetahuan dalam berinvestasi, dan sekadar ikut-ikutan membeli saham, ungkap Pintor kepada wartawan, Kamis (8/4).

Namun, katanya perlu diingat bahwa berinvestasi pada produk apapun, tentu memiliki risiko. Karena semakin tinggi potensi keuntungan (return), semakin tinggi pula risiko investasi.

Disebutnya, produk saham dari perusahaan Efek yang dibeli di BEI termasuk kategori investasi dengan risiko yang tinggi.
Untuk itu, sangat penting bagi calon investor untuk mengukur lebih dahulu profil risiko masing-masing sebelum mulai berinvestasi.

Investor dengan profil risiko agresif atau risk taker sangat direkomendasikan berinvestasi saham. Namun berinvestasi pada jenis investasi berjangka panjang dapat menjadi strategi pengelolaan risiko.

Semakin panjang jangka waktu berinvestasi, katanya, semakin kecil tingkat risiko, karena harga saham cenderung berfluktuasi dalam jangka pendek.

Sedangkan, dalam jangka panjang atau di atas lima tahun, harga saham secara historical mengalami tren kenaikan seiring membaiknya kinerja keuangan perusahaan diikuti dengan siklus perekonomian.

Setelah calon investor memahami risiko investasi serta mengetahui profil risikonya, maka selanjutnya adalah strategi berinvestasi.

Dalam berinvestasi, seorang investor dapat menggunakan dua pendekatan, secara teknikal maupun fundamental.
Strategi teknikal yakni berinvestasi dengan cara menganalisa kenaikan dan turunnya harga saham perusahaan.

Strategi teknikal menggunakan data historis dari indikator penting suatu emiten atau perusahaan tercatat yang dijadikan acuan dengan melihat pola pergerakannya (kenaikan/ penurunan).

Investor dengan preferensi analisis teknikal biasanya akan lebih berfokus pada perkembangan investasi secara jangka pendek. Tentunya, bagi investor yang memilih berinvestasi untuk jangka pendek berdasarkanstrategi teknikal, perlu secara aktif memantau penurunan/ kenaikan harga saham, serta dengan tetap memperhatikan tingkat toleransi risiko.

Seorang investor yang berpedoman pada analisis teknikal, harus dapat memahami dengan baik pergerakan indikator yang diamati secara grafis.

Disebutnya,strategi teknikal ini membutuhkan perhatian lebih karena investor harus aktif setiap waktu memantau pergerakan harga saham, sehingga jangan sampai investor hanya sekadar ikut-ikutan dalam membeli saham, tanpa mengukur risikonya.

Sebaliknya, strategi fundamental dilakukan berdasarkan analisa fundamental dari kinerja perusahaan yang sahamnya hendak dibeli.

Analisis fundamental lebih digunakan oleh mayoritas investor yang berinvestasi dalam jangka panjang. Pemilihan secara fundamental dilihat berdasarkan kinerja perusahaan di masa lalu, berapa besar tingkat pertumbuhannya, serta analisa kinerja perusahaan di masa depan yang bisa diperoleh dari hasil riset dan analis perusahaan sekuritas manapun, terutama di tempat investor terdaftar sebagai nasabah/klien.

Juga dapat diperoleh dari berbagai sumber lainnya, seperti berita yang diperoleh dari media massa, laporan keuangan perusahaan, maupun hasil analisa corporate action setiap perusahaan tercatat yang dapat diperoleh pada masing – masing website perusahaan atau pun publikasi pada website IDX.

Dengan demikian, investor sebaiknya perlu memahami dengan baik sektor/ bidang industri perusahaan tercatat, serta bagaimana persaingan serta keunggulan perusahaan. Jika kinerja perusahaan selama ini dinilai baik dan menunjukkan tren pertumbuhan, maka akan tercermin pada harga saham yang cenderung mengalami potensi peningkatan yang baik juga di masa depan, imbuhnya. (A1/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib.com edisi cetak
Tag:Saham
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com