Satu Bulan Bekerja di Desa Teluk Meku Langkat

Beberapa Warga Jakarta dan Pekanbaru Tidak Melaporkan Diri ke Pemerintahan Desa


293 view
Beberapa Warga Jakarta dan Pekanbaru Tidak Melaporkan Diri ke Pemerintahan Desa
Foto SIB/Lesman Simamora
Pembangunan jembatan berbiaya belasan miliar rupiah milik PT Pertamina EP di Desa Teluk Meku Langkat yang dikerjakan kontraktor sudah berjalan dua tahun belakangan ini, namun sejauh ini belum juga rampung. 
Pangkalan Brandan (SIB)
Di saat penyebaran Covid-19 semakin merebak di daerah Pangkalan Brandan sekitarnya, beberapa tenaga kerja berikut pelaksana proyek, warga Jakarta dan Pekanbaru tidak melaporkan keberadaan mereka ke Pemerintahan Desa Teluk Meku Kecamatan Babalan Kab Langkat.

Sudah satu bulan belakangan ini para tenaga kerja melakukan kegiatan dalam pembangunan jembatan rangka baja berbiaya belasan miliar rupiah milik PT Pertamina EP yang berlokasi di Desa Teluk Meku, Langkat, tapi sejauh ini mereka itu tidak melaporkan diri ke pemerintahan desa.

Para pekerja tidak melaporkan diri ke pemerintahan desa, membuat warga setempat mengaku resah dan takut terhadap keberadaan beberapa warga pendatang yang berasal dari daerah zona merah itu.

“Apakah kehadiran para tenaga kerja itu di desa ini sudah melakukan rapid tes dan swab termasuk menjalani karantina mandiri sebelum mereka bekerja sesuai dengan protokol kesehatan itu yang kita pertanyakan,” ujar tokoh masyarakat Pangkalan Brandan Hasrizal SH kepada SIB, Kamis (6/8) di Desa Teluk Meku.

"Tidak ada maksud untuk mempersulit warga pendatang apalagi mereka untuk bekerja atau tinggal sementara di desa ini, tapi tolong dilaporkan keberadaan mereka ke pemerintahan desa, jelaskan apakah mereka itu sudah menjalani tes kesehatan," ucapnya.

Dua pekan terakhir ini, lanjut dia, sebaran virus corona cenderung meningkat di Pangkalan Brandan sekitarnya, itu yang membuat warga di daerah ini semakin was-was, termasuk terhadap kehadiran para pekerja dari daerah zona merah itu yang tidak melaporkan dirinya ke pemerintahan desa, ujarnya.

Sebetulnya, lanjutnya, tidak pun dengan situasi sulit sekarang akibat penyebaran Covid-19, setiap tamu atau pendatang baru dari luar kota wajib melaporkan diri ke pemerintahan desa dalam 1 × 24 jam sesuai aturan yang berlaku di Republik Indonesia ini, terangnya.

Para pekerja apalagi pihak pelaksana proyek itu diyakini adalah orang-orang berpendidikan, kalau tidak mana mungkin mereka dipercaya menangani proyek berbiaya belasan miliar rupiah, tapi kenapa mereka tidak melaporkan diri ke pemerintahan desa, itu yang dipertanyakan dan disesalkan masyarakat, ujarnya.

"Mungkin pihak kontraktor dan tenaga kerja asal luar Pulau Sumatera Utara itu merasa dirinya hebat, dan menganggap rendah pemerintahan desa, dan terkesan tak mengindahkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah, sehingga mereka tidak mau melaporkan diri. Untuk itu, pihak kepolisian diminta untuk segera turun menangani hal ini agar mereka itu segera melaporkan diri ke pemerintahan desa atau kecamatan,” pungkas Hasrizal.

Terkait keluhan warga, SIB didampingi Kadus VI Desa Teluk Meku, Suganda menyambangi rumah kontrakan para pekerja bangunan jembatan yang saat itu diterima oleh pekerja bermarga Tambunan. Warga Pekanbaru ini mengatakan, pelaksana proyek tidak tinggal serumah dengan dirinya, tapi bosnya itu tinggal di rumah kontrakan di Pangkalan Brandan.

Pihak pelaksana proyek yang mengaku bermarga Siagian itu mengatakan, dirinya berikut temannya dalam kegiatan pembangunan jembatan di Desa Teluk Meku sudah melaporkan keberadaan mereka ke Pertamina EP.

SIB coba menjelaskan, yang menjadi pertanyaan warga bukan soal dirinya sudah melapor ke Pertamina, tapi masalah keberadaan dirinya berikut beberapa rekan kerjanya yang berasal dari luar kota, bekerja di Desa Teluk Meku, Siagian dengan singkat menjawab, sebentar ya, saya tanya dulu teman, entar nanti kuhubungi balik, ucapnya. Namun hingga berita ini dilansir, Jumat (7/8) sekira pukul 15:30 WIB, yang bersangkutan tidak lagi menelepon.

Pantauan SIB di lapangan, Kamis (6/8), pembangunan jembatan rangka baja dan beton itu belum juga rampung dikerjakan, padahal proyek ini dikerjakan sudah berjalan mencapai dua tahun. "Proyek ini sempat terkendala beberapa bulan karena sesuatu hal," ujar Asisten Manajer Pertamina EP Pangkalansusu, Imam Rismanto yang dikonfirmasi SIB sebelumnya.

Kepala Desa Teluk Meku, Nursaid yang dikonfirmasi SIB melalui telpon selularnya, Kamis (6/8), mengaku tidak mengetahui keberadaan tenaga kerja dan pelaksana proyek jembatan asal Jakarta dan Pekanbaru di desanya.

"Tidak tahu, sejauh ini saya belum ada menerima laporan terkait keberadaan para tenaga kerja yang sudah satu bulan mereka melakukan kegiatan dalam pembangunan jembatan milik PT Pertamina EP," ucap Nursaid. (M25/d)

Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com