DPD Aspatan Sumut Ingatkan Gubernur Antisipasi Ancaman Krisis Pangan


464 view
DPD Aspatan Sumut Ingatkan Gubernur Antisipasi Ancaman Krisis Pangan
Foto: Ist/harianSIB.com
Toni Togatorop SE MM.

Medan (harianSIB.com)


Ketua DPD Assosiasi Petani dan Pedagang (Aspatan) Sumut Toni Togatorop SE MM mengingatkan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi untuk mengantisipasi ancaman krisis pangan melanda daerah ini, dengan memperkuat sektor pertanian berbasis teknologi.


Hal itu diungkapkan Toni Togatorop kepada wartawan, Kamis (21/7/2022) di Medan menanggapi pertemuan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko dengan pakar pertanian Universitas Padjadjaran (Unpad) Tualar Simarmata di Jakarta membahas soal ancaman krisis pangan di Indonesia.


Dalam pertemuan tersebut Tualar Simarmata yang juga Guru Besar Fakultas Pertanian UNPAD memperkenalkan inovasi Intensifikasi Padi Aerob Terkendali Berbasis Teknologi (IPAT BO) yang merupakan inovasi teknologi produksi padi terpadu atau melalui restorasi kesuburan lahan sawah dengan menggunakan teknik tanam kembar atau juga dikenal dengan teknik jejer manten.


Dengan pemanfaatan teknologi itu, lanjut Simarmata, akan mengurangi penggunaan bibit, menghemat penggunaan air, dan memanfaatkan pupuk berbasis organik, yaitu menggunakan kompos jerami sebagai sumber nutrisi mikroba tanah.


"Di Sumut juga sangat penting diterapkan berbagai terobosan dan inovasi di sektor teknologi pertanian, sehingga dapat mengoptimalisasikan hasil produksi pertanian. Terlebih, dalam menghadapi ancaman krisis pangan serta mewujudkan ketahanan maupun kemandirian pangan," tegas Toni.


Perlu digarisbawahi, ujar penasihat sejumlah kelompok tani di Karo, Dairi dan Pakpak Bharat ini, jika Sumut terjadi krisis pangan, akan berakibat fatal dalam tatanan berbangsa dan bernegara, sehingga seluruh stakeholder harus ikut proaktif mengantisipasinya.


"Gubernur Sumut dalam hal ini perlu segera memerintahkan Dinas Ketahanan Pangan dan Holtikultura (KPH) Sumut dan instansi terkait lainnya menerapkan progres pangan sebagai warning dari pemerintah pusat. Mengingat sejumlah negara di dunia telah menghadapi krisis pangan," tandas Wakil Ketua DPD Partai Hanura Sumut ini.


Ditambahkan Toni, para petani perlu didorong untuk berpola tanam secara sungguh-sungguh dengan difasilitasi pemerintah kebutuhannya, sehingga petani merasakan kehadiran negara dalam mengantisipasi persoalan pangan dimaksud.


Apalagi Mentan RI, tambah mantan Ketua Fraksi Hanura DPRD Sumut itu, telah menginstruksikan para Bupati/Wali Kota se-Indonesia, agar lebih fokus membangun pertanian, agar krisis pangan tidak menjalar ke Indonesia, khususnya Sumut, mengingat kondisi dunia saat ini sedang dilanda krisis pangan.(A4).

Editor
: Robert/Eva
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com