Peringati Sumpah Pemuda

DPRD Medan Ajak Pemuda Jadi Pelopor Toleransi dan Pembangunan


180 view
Medan (SIB)- Menyikapi peringatan Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober,  dua anggota DPRD Medan, Boydo HK Panjaitan  dan Ibnu Ubaydillah sama-sama mengajak pemuda zaman milenial menjadi pelopor toleransi dan pelopor pembangunan. Soalnya, nasib bangsa  ke depan ditentukan oleh SDM, mental dan karakter anak muda zaman sekarang.

Boydo  mengatakan, perbedaan di NKRI sudah final sejak Sumpah Pemuda diikrarkan tanggal 28 Oktober 1928. Waktu itu, Jong Java, Jong Ambon, Jong Batak, Jong Slebes dan lainnya mengikrarkan diri untuk bertanah air satu, berbangsa satu dan berbahasa satu, Indonesia.

"Indonesia terdiri dari beragam suku, ras dan agama. Para pemuda 90 tahun lalu menyatakan kita bertanah air satu, tanah air Indonesia. Artinya, perbedaan ini dipersatukan dalam bingkai NKRI, sehingga perbedaan tidak perlu dibahas-bahas lagi," kata Boydo kepada wartawan, Sabtu (27/10).

Menurutnya pemuda milenial jangan ikut-ikutan dengan pola pikir kelompok-kelompok intoleran yang masih memersoalkan perbedaan, tapi harus jadi pelopor toleransi. Kalau masih saja dipersoalkan maka percuma saja pemuda sekarang hidup di zaman modern dan sekolah tinggi-tinggi tapi mengabaikan Sumpah Pemuda.

"Pemuda zaman dulu hidup saja dalam kesulitan dan hanya memasuki sekolah rakyat (SR) saja sangat sulit, karena dijajah  Belanda. Tapi pemikiran mereka cemerlang, mereka rindu persatuan dan kesatuan. Berkat merekalah negara ini terbentuk,  perbedaan dari Sabang sampai Merauke disatukan, maka lahirlah NKRI. Kok malah di zaman now ini ada kelompok intoleran yang ketinggalan zaman, hari gini masih memersoalkan perbedaan?" ucapnya heran.

Sebagai anggota DPRD  Boydo mengajak pemuda bergandengan tangan membangun Indonesia. Kalau masih memersoalkan perbedaan, esok, lusa atau beberapa tahun mendatang, negara ini akan hancur. Karena negara itu kuat karena bersatu.

Sementara itu, Ibnu Ubaydillah yang akrab dipanggil Ubay ini mengajak  semua pemuda agar membacakan ikrar sumpah pemuda dan menyanyikan lagu Indonesia Raya tepat pada Hari Sumpah Pemuda, di rumah atau dimana saja, bersuara atau dalam hati.  "Karena, saat itulah NKRI terbentuk dan lagu Indonesia Raya yang diciptakan WR Supratman pertama kali dikumandangkan. Tujuannya agar pemuda ingat sejarah dan  semangat persatuan dan kesatuan itu tetap membara di hati sanubari," tuturnya.

Menurut politisi Partai Bulan Bintang (PBB) itu,  pemuda harus menuntut ilmu setinggi-tingginya. Kalau bisa sampai ke luar negeri, karena pemuda harus meneruskan perjuangan para pahlawan bangsa lewat pembangunan. "Hanya dengan menuntut ilmu yang tinggi negara ini bisa dibangun menjadi lebih baik lagi. Pembangunan di negara kita sekarang sudah baik, tapi oleh pemuda yang berpendidikan tinggi, Indonesia bisa lebih baik lagi ke depan," tegasnya.(A10/c)

Tag:
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com