DPRD Medan Minta Pemko Serius Benahi Drainase, Sebaiknya Anggaran Rp 1 T Dialihkan Bangun Waduk


270 view
Medan (SIB)- Wakil Ketua DPRD Medan Iswanda Ramli menilai kinerja Pemko Medan sangat lemah dalam menyelesaikan persoalan banjir. Setiap kali hujan turun, banjir selalu melanda Medan.

Hal itu dikatakannya kepada wartawan via selularnya, Minggu (7/10) menanggapi banjir yang terus-menerus melanda Kota Medan setiap hujan turun. Dia menegaskan banjir itu bukan lantaran penyempitan sungai, tapi karena pelaksanaan proyek-proyek drainase setiap tahun tidak bagus.

"Setelah dilakukan kajian dan tinjauan ke lapangan, penyebab banjir di Medan bukan mutlak lantaran penyempitan sungai. Tapi karena saluran drainase banyak yang tersumbat," ujarnya.

Politisi Partai Golkar ini menambahkan, drainase harus ditata ulang karena banyak yang tak sesuai ukurannya karena fungsi dan penataannya tidak berkesinambungan sehingga mempengaruhi jalannya air dari hulu ke hilir.

"Ukuran drainase juga sangat mempengaruhi terjadinya banjir. Di dalam Perda sudah diatur tentang ukuran drainase. Namun kenyataan di lapangan, banyak ukuran itu tidak sesuai. Ini pengawasan proyek di lapangan yang kurang," ujarnya lagi.

Para pemborong atau kontraktor yang mengerjakan proyek pemeliharaan drainase diharapkan bekerja profesional.

Hal senada diungkapkan Ketua Komisi D DPRD Medan Ir Parlaungan Simangunsong yang dikonfirmasi SIB secara terpisah. Disebutkannya, selama ini permasalahan selalu datang saat musim penghujan tiba, seperti banjir yang menggenangi ruas jalan protokol di Medan, yang semestinya permasalahan itu sudah bisa ditangani.

Permasalahan banjir dan genangan air lebih banyak disebabkan buruknya kondisi bangunan saluran drainase dan tidak terintegrasi atau tidak terhubung dengan lancar.

"Pengerjaan infrastruktur di Kota Medan harusnya memiliki perencanaan berdasarkan kajian teknis pakar . "Pengerjaan proyek infrastruktur  jangan lagi asal jadi setiap tahun karena rakyat yang menderita", tegas Parlaungan.

Dalam mengantisipasi banjir, Parlaungan yang juga Ketua AKLI Sumut itu juga mengajak masyarakat dan Pemko Medan beserta jajarannya untuk memerhatikan lingkungannya bersama-sama. "Tidak hanya Pemko Medan saja, warga juga harus memerhatikan dan menjaga lingkungannya seperti tidak membuang sampah ke dalam parit, mengorek saluran drainase yang sumbat dan lainnya agar tidak terjadi banjir," ujarnya mengakhiri.

Sementara itu, Anggota Komisi D DPRD Medan lainnya, Paul Mei Anton Simanjuntak SH saat dimintai komentarnya secara terpisah mengatakan pihaknya hanya berharap  Pemko Medan serius membenahi kota.

Selama ini Pemko Medan sudah menghabiskan ratusan miliar mengerjakan proyek parit, tapi hasilnya belum nampak hingga saat ini.

Selain itu, Bendahara F-PDIP DPRD Medan itu mendorong Wali Kota Medan Dzulmi Eldin untuk mencari sosok kepala dinas yang benar-benar memahami teknik konstruksi dan perencanaan untuk mengatasi persoalan banjir ini. "Kalau begini setiap tahun terjadi di Kota Medan, lebih baik copot Kadisnya dan cari sosok yang mampu mengatasinya," ujarnya.

Ia juga berharap agar anggaran proyek pemeliharaan  jalan yang mencapai Rp 1 triliun lebih baik dialihkan untuk pembangunan waduk. "Untuk apa dianggarkan pembenahan jalan yang begitu besar, tapi yang dibenahi hanya jalan yang itu-itu saja dan terkesan hanya tambal sulam untuk bagi-bagi proyek. Lebih baik dianggarkan untuk pembuatan waduk saja sehingga banjir di Kota Medan bisa diatasi," ujarnya mengakhiri. (A13/c)

Tag:
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com