DPRD SU, Kapolda, Pangdam I/BB dan BNN Provinsi Komit Berantas Habis Narkoba di Sumut


276 view
DPRD SU, Kapolda, Pangdam I/BB dan BNN Provinsi Komit Berantas Habis Narkoba di Sumut
(Foto SIB/Firdaus Peranginangin)
Narkoba: Komisi A DPRD Sumut mengadakan rapat dengar pendapat  dengan Kapolda Sumut  Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, Pangdam I/BB Mayjen TNI  Mochammad Hasan, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumut Brigjend Pol Drs Toga H Panjaitan, Kapolrestabes Kombes Pol Valentino Tatareda SH SIK dan Kesbangpol Pemprov Sumut yang dipimpin Ketua DPRD Sumut Drs Baskami Ginting, Selasa (7/11/2023) membahas kasus peredaran narkoba di Sumut.
Medan (harianSIB.com)
Anggota DPRD Sumut Zainuddin Purba SH membeberkan lokasi pusat peredaran atau barak narkoba dan markas judi di Dusun Tanjung Pamah, Desa Namorube Julu, Kecamatan Kutalimbaru Kabupaten Deliserdang (berbatasan dengan Kabupaten Langkat) yang hingga kini tidak tersentuh hukum, sehingga perlu menjadi perhatian Polda Sumut dan Kodam I/BB.
Hal itu ditegaskan Zainuddin Purba dalam rapat dengar pendapat Komisi A DPRD Sumut dengan Kapolda Sumut Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, Pangdam I/BB Mayjen TNI Mochammad Hasan, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi
Sumut Brigjend Pol Drs Toga H Panjaitan, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Valentino Tatareda SH SIK dan Kesbangpol Pemprov Sumut yang dipimpin Ketua DPRD Sumut Drs Baskami Ginting, dihadiri Wakil Ketua Dewan Harun Mustafa Nasution, Ketua dan anggota Komisi D Andre Alfisa, Rudi Alfahri Rangkuti, Azmi Yuli Sitorus, Wagirin Amran, Aulia Agsa dan Ahmad Darwis, Selasa (7/11/2023) di DPRD Sumut.
"Masuk ke lokasi barak narkoba dan judi yang luasnya mencapai 10 hektar ini menggunakan tiket yang telah disediakan. Di dalam lokasi ada 7 barak beroperasi tempat penjualan narkoba. Barak itu beratap rumbia dan sudah pernah dirazia, tapi hanya razia cantik," tegas Zainuddin.
Berkaitan dengan itu, Zainuddin berharap kepada aparat kepolisian dan keamanan bersinergis dalam menumpas pelaku penyalahgunaan maupun bandar narkoba, karena kalau hanya masyarakat pengguna saja yang ditangkapi, Sumut tidak akan bisa bebas dari narkoba.
Politisi Partai Golkar ini menyebut, pihaknya sudah berulangkali menggelar aksi demo, baik di Polda Sumut maupun di BNN Provinsi Sumut, tapi barak narkoba di Dusun Tanjung Pamah, Desa Namo Rube Julu, tetap berpraktik menjual beli narkoba secara bebas.
"Beberapa waktu lalu, lokasi barak narkoba tersebut sudah digerebek oleh Polrestabes Medan, tapi setelah digrebek siang hari, sorenya beroperasi lagi. Kita minta aparat konsisten dan berkordinasi agar penyalahgunaan narkoba diberantas habis," ujarnya.
Mendengar penjelasan tersebut, Kapolda Sumut spontan menjawab, setelah selesai rapat dengar pendapat ini, pihaknya akan turun ke lokasi untuk menertibkannya. "Setelah selesai rapat ini, kita ke sana ya," tandas Kapolda Sumut.
Ditambahkan Kapolda, pihaknya bersama Pangdam I/BB dan BNN Provinsi menyatakan tetap komit memberantas narkoba dan menjanjikan adanya kejutan baru dalam memberantas narkoba, termasuk menggulung para bandar barang haram itu.
"Kita sama Pak Pangdam dan BNN akan terus memberantas narkoba sampai ke akar-akarnya dan dalam waktu dekat akan ada kejutan baru dalam pola penanganan yang bertujuan memberantas narkoba di daerah ini," kata Agung Setya Imam Effendi.
Menurutnya, kejutan baru yang belum diungkap itu mencakup langkah pengawasan, pencegahan dan penindakan terhadap penyalahgunaan narkoba, termasuk para bandar yang jumlahnya semakin banyak.
"Kita bersama Pangdam, dan BNN beserta seluruh jajarannya mempunyai komitmen yang sama dalam memberantas narkoba sampai ke akar-akarnya, hingga menyikat habis para bandar," katanya.
Komitmen itu diwujudkan melalui berbagai langkah konkret, dengan secara berkala menggelar razia di tempat diskotek, menangkap kurir hingga bandar sabu yang selama ini sudah diincar aparat keamanan.
Semua langkah ini, lanjutnya, dimaksudkan agar Sumut terhindar dari penyalahgunaan narkoba dan berharap provinsi turun dari peringkat 1 sebagai daerah dengan jumlah pengguna terbesar di Indonesia.
Berkaitan dengan terobosan yang sudah dilakukan, Kapolda Sumut mengaku, pihaknya sudah berkordinasi dengan Kemenkumham RI dan jajaran yang berencana akan mengirimkan para bandar narkoba ke Nusakambangan, guna memutus mata rantai penyebaran barang haram tersebut.
Kapolda Sumut juga mengingatkan kepada semua pihak, termasuk masyarakat agar tidak terjebak dengan modus penyebaran narkoba. "Mereka itu semakin pintar, dan kita harus betul-betul hati-hati," katanya.
Terhadap upaya penanganan lainnya, Kapolda meminta hal itu tidak dikomersialkan. "Boleh saja kita berdemo menuntut pemberantasan narkoba, tapi jangan hanya di balik pagar. Kita ingin operasi senyap, diam-diam dan terukur. Kita tidak peduli walau dia aparat, bandar, akan kita sikat, itu sudah komitmen Polda, BBN bersama Pangdam," katanya.
Sementara itu, Pangdam I/BB juga secara tegas mengatakan, pihaknya tetap komit memberantas narkoba termasuk yang melibatkan oknum TNI. Jika terbukti bersalah, akan dipecat. "Pak Kapolda dan kita sudah sana-sama sepakat komit memberantas narkoba," tandasnya.

Apresiasi
Menanggapi penegasan Kapolda Sumut dan Pangdam I/BB, Baskami Ginting mengapresiasi langkah tersebut dan berharap pencegahan narkoba bisa tuntas sampai ke akar-akarnya dan jika memungkinkan segera kirim ke Nusakambangan para bandar dan tahanan narkoba.
Setelah rapat dengar pendapat ditutup, Kapolda Sumut, Pangdam I/BB, Kapolrestabes Medan, Kepala BNN Provinsi dan anggota DPRD Sumut Zainuddin Purba langsung menuju lokasi barak narkoba terbesar di Dusun Tanjung Pamah, Desa Namorube Julu, Kecamatan Kutalimbaru, dengan diiringi tim Patwal Polda Sumut.(**).

Penulis
: Koran SIB/Firdaus Peranginangin
Editor
: Eva
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com