DPRDSU Desak Kabulog dan Disperindag Segera Atasi Krisis Gula Pasir di Sumut

* Pasokan Kritis, Harga "Mencekik Leher"

155 view
DPRDSU Desak Kabulog dan Disperindag Segera Atasi Krisis Gula Pasir di Sumut
sumutcyber.com
Wakil Ketua Komisi B DPRD Sumut Zeira Salim Ritonga
Medan (SIB)
Wakil Ketua Komisi B DPRD Sumut Zeira Salim Ritonga mendesak Kabulog Sumut dan Disperindag (Dinas Perindustrian dan Perdagangan) Sumut segera menyurati Menteri Perdagangan RI guna menambah pasokan gula pasir ke Sumut, karena saat ini mengalami krisis gula.

"Dari 21.020 ton/bulan kebutuhan gula pasir di Sumut, kini hanya tersedia 1.200 ton, sehingga Sumut benar-benar mengalami krisis gula pasir, sehingga menimbulkan kepanikan masyarakat, karena harganya sangat tinggi," ujar Zeira Salim Ritonga kepada wartawan, Selasa (28/4) melalui telepon seusai melakukan Sidak ke sejumlah gudang Bulog di kabupaten/kota di Sumut.

Berdasarkan hasil Sidak di Kota Tebingtinggi dan Kabupaten Sergei, ketersedian gula sangat tidak mencukupi, dikarenakan pasokan dari Medan hanya 5 ton, sehingga menimbulkan kelangkaan gula. Akibatnya harga melonjak dari Rp12.500/Kg menjadi Rp20.000/Kg.

Dari informasi yang diperoleh kata Zeira Salim, terjadinya kelangkaan gula di pasaran diakibatkan minimnya pasokan gula impor, seperti dari India maupun Malaysia yang saat ini sedang lockdown, akibat pandemi virus Covid-19, sehingga Sumut terkena imbasnya.

"Operasi pasar yang dilakukan Bulog dengan harga Rp12.500/Kg tidak mampu menstabilkan harga gula di pasaran, sehingga diperlukan gerak cepat Kabulog dan Kadisperindag Sumut melakukan langkah strategis, dengan menyurati Menteri Perdagangan agar menambah jumlah gula ke Sumut," tegas Sekretaris Fraksi Nusantara ini.

Menurut politisi PKB Sumut ini, pada saat pandemi Covid-19 yang nota bene daya beli masyarakat kurang pun masih terjadi krisis gula, apalagi saat masa puncak Ramadan nanti, tentu kebutuhan gula meningkat sangat tajam, sehingga perlu penambahan stok lebih besar, agar tidak menimbulkan keresahan di tengah-tengah masyarakat.

Zeira juga mengigatkan Disperindag Sumut untuk bisa menjamin pasokan gula pasir dengan memberikan penugasan khusus kepada PT MSI (Medan Sugar Industry) untuk mengolah gula rafinasi menjadi gula konsumsi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan gula di Sumut.

"Kita tunggu janji Kadisperindag Sumut yang akan mengolah gula rafinasi menjadi gula konsumsi masyarakat melalui PT MSI sebanyak 15.000 ton untuk memenuhi kebutuhan gula di Sumut, sebab perusahaan industri itu disebut-sebut bisa mengolah 500-600 ton gula/hari," katanya.

Zeira juga berharap kekosongan gula ini harus diisi secepatnya, untuk meredam harga gula pasir di pasaran yang semakin "mencekik" leher sebab kebutuhan gula pasir pada bulan suci Ramadan dan hari raya lebaran diperkirakan mencapai 23.122 ton/bulan.(M03/c).

Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com