Reses Anggota DPRD Medan Boydo Panjaitan

Data Belum Diperbaharui, Kepling dan Lurah Harus Bijaksana dalam Mengatur Raskin


275 view
Data Belum Diperbaharui, Kepling dan Lurah Harus Bijaksana dalam Mengatur Raskin
SIB/ Horas Pasaribu
Anggota DPRD Medan Boydo HK Panjaitan, SH ddampingi Camat Medan Denai Ali Sipahutar dan Lurah Teladan Timur Frans Siahaan mengadakan reses di Jalan Bhakti Medan, baru-baru ini.
Medan (SIB)- Kepling dan Lurah harus bijaksana dalam mengatur pembagian beras miskin  (raskin), karena data penerima belum diperbaharui  Badan Pusat Statistik (BPS). Kepling tidak boleh buang badan, meski data BPS belum bisa diubah, tapi secara nyata masih banyak yang belum menerima.
"Kita tidak usahlah saling  menyalahkan, diatur sajalah pembagiannya,  menunggu ada update data baru oleh BPS," katanya pada reses pribadinya  baru-baru ini di Jalan Bhakti Medan Denai. Diakuinya data BPS  belum juga berubah, padahal tingkat perekonomian masyarakat berubah, ada yang sudah mapan, ada yang makin miskin dan ada juga yang jadi miskin.

Tapi data penerima beras masih yang itu-itu saja, sedangkan yang membutuhkan bertambah. Disinilah kata Politisi PDI Perjuangan ini Lurah dan Kepling harus bijaksana membaginya. Jangan ada  lagi yang hanya mengkambing hitamkan BPS untuk mengelak dari permintaan warga.

"Kepling harus mampu berkomunikasi dan berkordinasi dengan warga, kalau yang ekonominya sudah  lumayan diajak  bisa berbagi beras. Misalnya, satu keluarga masih terdaftar, tapi ekonominya sudah baik dimintalah supaya haknya dialihkan. Kalau warga tersebut tidak mau maka diminta separuh jatahnya dibagi kepada yang kurang mampu," terangnya.

Sehingga kata dia, tidak ada lagi keluhan warga di setiap reses tentang raskin yang tidak pernah selesai. Apalagi proyek instansi vertikal seperti BPS ini  tidak pernah berkordinasi dengan  Pemda ketika melakukan pendataan. Kelurahan yang harus bisa mensiasatinya supaya yang tidak mendapat ikut merasakan.

"Tapi jangan sampai ada memperjualbelikan raskin, masih banyak  saudara-saudara kita yang sangat membutuhkan raskin. Berbagilah kepada warga kurang mampu, atau kalau mau legowo, alihkanlah hak penerimaan kepada yang sangat membutuhkan jika ekonomi anda sudah mampu, agar semua merasa senang," tuturnya.

Masih banyak lagi persoalan lama yang belum tuntas seperti pelayanan publik, parit yang tumpat, jalan berlobang, lampu jalan, masalah pendidikan, BPJS dan yang lainnya. Persoalan infrastruktur Boydo mengatakan akan tetap berkordinasi dengan UPT yang ada dan kepada SKPDnya. Kalau anggaran belum mampu menampung secara keseluruhan maka dilakukan secara bertahap.

"Kita ada 21 kecamatan, APBD "dikeroyok", tentu ada yang belum merata, untuk mensiasatinya kita buat skala prioritas dan  kita anggarkan di P-APBD yang akan dibahas dalam waktu dekat ini," ucapnya. Turut hadir Camat Medan Denai Ali Sipahutar, Lurah Teladan Timur Frans Siahaan dan yang lainnya. (A10/d)


Tag:
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com