Di Tengah Covid-19, Masyarakat Indonesia Aktif Kelola Kesehatan Diri dan Keuangan


133 view
Foto/rilis amar
Ilustrasi Menabung.
Jakarta (SIB)
Setahun sejak wabah Covid-19, masyarakat Indonesia kini semakin aktif dalam mengelola kesehatan diri dan keuangannya, termasuk dalam mendapatkan perlindungan asuransi dan merencanakan masa pensiun sebagai bagian dari persiapan menghadapi dampak jangka panjang pandemi.

“Di Indonesia, hampir semua responden (98%) menyatakan mereka telah mengambil langkah untuk mengelola kesehatan dan keuangan di tengah situasi Covid-19 dengan tiga perempat responden (74%) menyebutkan langkah-langkah itu meliputi berolah raga teratur dan 70% memperbaiki pola makan,” ungkap Ryan Charland, Presiden Direktur & CEO Manulife Indonesia, Jumat (26/2).

Dia menyebutkan, dalam survei terbaru, bahwa hampir semua atau 95% responden yang mencemaskan dampak Covid-19 telah melakukan langkah proaktif untuk meningkatkan kualitas kesehatannya, utamanya dengan berolah raga secara teratur (58%) dan memperbaiki pola makan (54%).

Survei ini menjaring sekitar 4.000 responden di seluruh Asia yang sudah memiliki polis asuransi atau berencana membeli polis dalam enam bulan ke depan. Di antara seluruh responden, terdapat 519 responden dari Indonesia.

Kata Ryan,dari seluruh responden Indonesia di dalam survei ini, 43% menyatakan telah berinisiatif mencari informasi seputar produk dan layanan asuransi dalam rangka merespons pandemi. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan responden dari negara-negara lain (rata-rata 32%).

Terlepas dari pandangan setiap orang terhadap Covid-19, hampir semua responden di Asia (92%) memantau kondisi kesehatan dan kebugarannya, termasuk dari segi berat badan, kualitas tidur, tekanan darah, detak jantung, dan jumlah langkah yang dicapai.

Di Indonesia, 97% dari responden memantau sendiri kesehatannya, dengan tiga perempat (72%) turut memantau berat badan.
Sebanyak dua pertiga (67%) responden Indonesia menyatakan mereka mengawasi kualitas tidurnya. Angka ini adalah tertinggi kedua setelah Vietnam (68%) dan jauh melampaui rata-rata Asia sebesar 51%.

Selain itu, dua dari lima orang responden (41%) di Indonesia memantau jumlah langkah yang dicapai.
Separuh responden Indonesia (51%) juga menyatakan mereka menggunakan alat pantau kesehatan, dibandingkan dengan rata-rata kawasan sebesar 46%.

Di satu sisi ia juga menyebutkan, sebanyak 88% responden Indonesia menyatakan, sejak Covid-19 terjadi, perencanaan masa pensiun kini dipandang semakin penting. Angka ini sangat tinggi dan berada jauh di atas ratarata Asia yang berada pada tingkat 73%.

Hal itu mencerminkan kekhawatiran yang dirasakan 40% responden terhadap kemungkinan menurunnya kesejahteraan akibat Covid-19.

Di sisi lain, survei juga menyebutkan, masyarakat makin menggemari produk baru dan sarana digital makin digemari, namun pelayanan oleh tenaga pemasar tetap dicari.

Keinginan mengendalikan kondisi kesehatan dan keuangan sejalan dengan minat memiliki polis asuransi baru. Di Indonesia, hampir tiga perempat (72%) responden menyatakan ingin membeli polis baru dalam enam bulan ke depan sedikit lebih tinggi dari rata-rata kawasan (71%).

Perlindungan dari penyakit kritis, perlindungan kesehatan secara umum, dan asuransi untuk pendidikan anak adalah beberapa hal yang diutamakan dalam rencana investasi nasabah.

Hampir tiga dari lima responden Indonesia (58%) menyatakan, merasa lebih nyaman mengelola polis menggunakan sarana digital seperti aplikasi ponsel, termasuk untuk mengajukan klaim dan memproses pembayaran, dibandingkan dengan rata-rata kawasan (52%).

Survei ini juga mengungkap bahwa 58% responden pernah berkonsultasi dengan tenaga pemasar tentang pembelian polis, persentase yang cukup tinggi mengingat tren digital yang tumbuh pesat di Indonesia. (M2/d)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com