Disdik Deliserdang Akui Siswi SD Viral di Medsos Curhat Soal Belajar Online


84 view
Dok/Screenshot
DIABADIKAN: Dua pelajar SDN 107415 Kecamatan Batangkuis yang viral di medsos,  curhat soal penerapan belajar online selama pandemi Covid-19 melalui lagu diabdikan melalui screenshot video, Senin (15/2/2021).
Lubukpakam (SIB)
Dinas Pendidikan (Disdik) Deliserdang mengakui dua siswi sekolah dasar (SD) viral di media sosial (medsos) bernyanyi dengan menggunakan gitar tentang curahan hati (curhat) penerapan belajar online selama pandemi Covid-19. Kedua siswi itu merupakan kelas IV di SDN 107415 Kecamatan Batangkuis, namun lokasi perekaman bukan dilakukan di sekolah tersebut.

"Iya benar siswa kita yang dua orang itu dan kita sudah tahu video itu. Kedua siswi itu kelas IV di SDN 107415 Batangkuis dan merupakan kakak beradik, yang main gitar namanya Yapim Triganda dan yang nyanyi namanya Tasya. Kepala Sekolah ibu Herina Sulfani juga membenarkan dan menyebut perekaman video bukan di lokasi sekolah namun di lokasi lain," kata Kadis Pendidikan Deliserdang, Timur Tumanggor melalui Kabid Pembinaan SD, Samsuar Sinaga melalui telepon seluler di Lubukpakam, Senin (15/2).

Dijelaskan, kedua siswi itu sudah sangat kreatif. Sudah sering buat video tik tok dan kegiatan lainnya. Lokasi perekaman diketahuinya di salah satu sekolah swasta di Batangkuis.

"Jadi orangtua salah satu siswi bekerja di kantin sekolah swasta. Jadi kedua anak itu ikut ibu bapaknya di sekolah itu, jadi kalau guru siswi home visit datang ke sekolah swasta itu. Dan perekaman curhat belajar online itu diketahui dilakukan di lingkungan sekolah itu," terang Samsuar.

Menurutnya, tanggapan dari dinas soal video itu bahwa dalam pembelajaran itu bukan hanya pengetahuan saja. Namun ada mengembangkan potensi menjadi kompetensi. Ada 4 potensi anak yaitu pikir, rasa, raga dan potensi hati.

"Dalam pandemi ini mungkin potensi pikir tidak maksimal karena pelajaran tak tersampaikan sepenuhnya. Dan potensi yang lain bisa berkembang, seperti video viral timbul potensi rasa, hati dan raga," kata Samsuar.

Disinggung lirik lagu soal bantuan yang tidak diperoleh dalam video itu, Samsuar mengganggap itu sebagai seni dalam lagu. Disebut dalam seni tak sepenuhnya bisa benar, sebab bisa saja kan ungkapan ekspresi hati. Dimana sudah sangat ingin untuk sekolah tatap muka dan berjumpa dengan teman-temannya.

"Kedua anak nyanyi itu kan ungkapan seni akibat kerinduan untuk bersekolah dalam tatap muka. Kreatif kan selalu muncul, ubah potensi dalam kompetensi," tandas Samsuar.

Dalam video itu terlihat kedua siswi SD itu bernyanyi dengan menggunakan seragam sekolah. Satu orang terlihat bermain gitar dan satu orang lainnya yang menyanyikan lagu.

Di dalam lirik lagu yang mereka nyanyikan, terdapat keluhan terhadap proses belajar online. Mereka mempertanyakan sampai kapan belajar online akan berlangsung.

Selain itu, lirik lagu yang dinyanyikan dua siswi tersebut membahas soal bantuan. Dalam lirik disebut, mereka mengaku tidak pernah mendapat bantuan. (T05/f)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com