Direktur Anti Korupsi KPK di Medan

Dorong Implementasi SMAP Tingkatkan Laba BUMD dan PAD Sumut


153 view
Dorong Implementasi SMAP Tingkatkan Laba BUMD dan PAD Sumut
(Foto: Dok/Diskominfo Sumut)
SOSIALISASI: Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah menghadiri acara Sosialisasi Pencegahan Tindak Pidana Korupsi Melalui Implementasi SMAP Secara Digital oleh KPK di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro, Medan, Rabu (24/5). 
Medan (SIB)
Membangun budaya anti suap di lingkungan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Sumut, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendorong implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP).
Direktur Anti Korupsi Badan Usaha KPK RI Aminudin menyampaikan, pihaknya mengeluarkan panduan cegah korupsi (Pancek) di sektor usaha di antaranya ada perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, perbaikan dan respons. Namun semua tindakan itu harus diawali dengan komitmen.
“Kami mendorong seluruh insan korporasi ketika melihat adanya dugaan tindak korupsi di wilayah mereka bekerja ikut bertanggung jawab, bentuk tanggung jawabnya dengan melaporkan kepada aparat penegak hukum,” ujar Aminudin dalam Sosialisasi Pencegahan Tindak Pidana Korupsi Melalui Implementasi SMAP Secara Digital di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro, Medan, Rabu (24/5).
Aminudin menganalogikan tindakan respons yang sangat penting bagi keberlangsungan sebuah perusahaan. “Saya analogikan seperti saat naik kapal di tengah samudera, ada seorang penumpang melubangi kapal, tentu kita akan berusaha untuk menghentikannya. Kalau dibiarkan kapal bocor dan tenggelam yang rugi semua yang ada di kapal itu. Begitu pula di satu perusahaan,” jelasnya.
Lanjutnya, tahapan yang paling penting adalah komitmen dari semua pemangku kepentingan hingga pegawai dari korporasi tersebut. Komitmen tersebut harus didiseminasikan ke semua mitra kerja. “Jangan sampai nanti mitra kerja mengiming-imingi dan menawarkan hal menggiurkan. Sayangnya komitmen itu di hati tidak bisa kita nilai yang bisa kami lakukan adalah membangun sistem yang mudah-mudahan bisa menjaga komitmen itu,” katanya.
Lanjutnya setelah komitmen berjalan, maka selanjutnya melakukan perencanaan dengan mengidentifikasi area risiko korupsi dan dilanjutkan pelaksanaan uji tuntas klausul anti korupsi. “Setelah itu lakukan evaluasi dengan melakukan pengecekan kembali tahapan yang dilakukan, dari perencanaan hingga pelaksanaan. Baru masuk ke perbaikan, langkah perbaikan yang bisa dilakukan adalah pemberian sanksi dan penghargan,” katanya.
Aminudin meminta Pemprov Sumut untuk terus melakukan internalisasi nilai-nilai integritas di dalam perusahaan daerah, hingga menjadi budaya kerja. Pilot project implementasi SMAP kata Aminudin akan dilakukan di dua BUMD yakni PDAM Tirtandi dan Bank Sumut.
Sementara Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah mengatakan, Pemprov Sumut memiliki 7 BUMD di antaranya PT Bank Sumut, PDAM Tirtanadi, PT Aneka Industri dan Jasa, PT Pembangunan Sarana dan Prasarana Sumatra Utara (PPSU), PT Dhirga Surya, PT Perkebunan Sumatera Utara dan PT Penjaminan Kredit Daerah Sumut. BUMD itu diharapkan labanya bisa terus naik dan dapat memberikan kontribusi untuk peningkatan PAD.
“Kami sangat senang dengan kehadiran KPK mensosialisasikan pencegahan tindak pidana korupsi melalui implementasi SMAP secara digital. Kita tahu bahwa di pemerintahan, pembangunan itu juga dilakukan dari kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dihasilkan dari BUMD,” katanya.
“Kami harap diskusi ini bisa jadi diskusi terbuka, jajaran direksi dan komisaris bisa mendengarkan, menerima masukan bagaimana strategi dan cara agar perusahaan daerah bisa untung, labanya naik dan bisa secara signifikan berkontribusi meningkatkan PAD,” katanya. (A8/r)




Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com