Dr RE Nainggolan Dianugerahi Tokoh Peduli Kopi Indonesia


729 view
Dr RE Nainggolan Dianugerahi Tokoh Peduli Kopi Indonesia
(Foto: Dok Dekopi Sumut /Ujianna Sianturi)
Tokoh Peduli Kopi Indonesia: Pj Gubernur Sumut, Dr Hassanudin (tengah), menyerahkan anugerah Tokoh Peduli Kopi Indonesia kepada Dr Rustam Effendy Nainggolan MM (kanan) didampingi Ketua Umum Dekopi Indonesia diwakili Mahatma Gandhi pada Hari Kopi Internasional yang dipusatkan di Kompleks Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) Medan, Jumat (3/11). 
Medan (SIB)
Dr Rustam Effendy Nainggolan MM dianugerahi Tokoh Peduli Kopi Indonesia. Penganugerahan disampaikan Pj Gubernur Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Dr Hassanudin, bersamaan pembukaan Hari Kopi Internasional yang dipusatkan di Kompleks Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) Medan, Jumat (3/11).
Acara yang digelar hingga Minggu (5/11) itu dihadiri pengurus Dewan Kopi (Dekopi) Se-Indonesia, petani pekebun kopi dari sejumlah wilayah di Tanah Air serta para pemangku kepentingan terkait kopi. Sejumlah kepala daerah di Sumut, pejabat bupati dan wali kota dari daerah Se-Indonesia.
Pj Gubernur Hassanudin minta RE Nainggolan tetap semangat dan terus berkiprah dalam ikut memercepat kesejahteraan rakyat. “Saya salut. Beliau lebih 30 tahun memerhatikan petani kopi khususnya di daerah di mana ia mengabdi,” ujar mantan Pangdam I Bukit Barisan itu saat menyampaikan sambutan seusai memberi anugerah tokoh peduli kopi tersebut.
Pihak lain yang mendapat anugerah seperti Ketua Dekopi Sumut Ujianna Sianturi, sejumlah kepala daerah dari Sumut dan provinsi di Tanah Air.
RE Nainggolan sejak 1999 fokus pengembangan budi daya kopi arabika varietas sigararutang di sejumlah wilayah di Tapanuli Utara. Seperti di Siborongborong, Lintong Nihuta, Dolok Sanggul, Pollung, Bakkara dan Tarutung. Pembudidayaan itu berkolaborasi dengan ahli dari Universitas Sumatera Utara (US) didasari penelitian mengenai tanah yang cocok. Hasilnya, kopi dapat dipanen di usia 2 tahun dan usia 7 tahun tanaman diremajakan. “Tidak semua daerah cocok dengan varietas sagararutang. Misalnya kakao cocok di PAhae dan Adiankoting. Sawit di Pakkat. Sama halnya dengan kopi,” ujar RE Nainggolan.
Usai menerima penghargaan, matnan Bupati Taput itu memastikan pihaknya terus berbuat. “Sampai saat ini, kopi Indonesia yang terkenal ke seluruh negara dunia, dibudidayakan masyarakat. Beda dengan mata pertanian lain ada yang dikelola pemerintah melalui BUMN atau BUMD. Itulah perlunya pendampingan pada petani kopi,” ujarnya didampingi Dr Parlindungan Purba MM, Ketua DPD PWKI Sumut, Dra Veronika Sitanggang MPsi, para pegiat kopi seperti Denny Sihotang dari Amerta Kopi.
Mantan Sekda Prov Sumut itu mengatakan, cita rasa dan popularitas kopi asal Sumut harus dijaga maksimal. “Kopi bukan hanya dominan di satu daerah di Sumut. Ada kopi Sidikalang yang terkenal dengan eksotikan pahitnya. Ada kopi Toba yang aromanya menembus batas wilayah dan lainnya. Itu harus ditata,” tutupnya.
Ia mengatakan, struktur ekonomi Sumut adalah agraris dengan kontribusi mencapai 23 persen bagi perekonomi harus ditata agar ditingkatkan. “Benar yang diurai Pj Gubernur Sumut, produktivitas produksi kopi Sumut harus dijaga kualitas dan kuantitas. Saat ini secara global, pangan sedang ‘kritis’ termasuk kopi. Demand meningkat tapi supply terbatas. Harapan saya, pemerintah terus memberi pendampingan petani kopi,” pinta RE Nainggolan.
Kegiatan diikuti peninjauan stand dan demo seduh kopi. RE Nainggolan ikut ‘menguji’ bartender dalam latte-art yang dipenuhi massa. (**)


Penulis
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com