Dugaan Korupsi Pengadaan Buku, Kejari Tebingtinggi Menunggu Hasil Audit BPKP


150 view
Foto SIB/Japet Arki Bangun
PAPARKAN: Kasi Intel Kejari Tebingtinggi Ranu Wijaya dan Kasi Pidsus Chandra Syahputra saat memaparkan kasus korupsi pengadaan buku Panduan Pendidik Guru TA 2020 Senilai Rp 2,4 miliar, Kamis (15/10).
Tebingtinggi (SIB)
Kejaksaan Negeri (Kejari) Tebingtinggi telah melakukan penyidikan terhadap dugaan kasus korupsi pengadaan buku Panduan Pendidik Guru TA 2020 Senilai Rp 2,4 miliar selama sebulan. Tahap selanjutnya tinggal menunggu hasil audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Hal ini dikatakan Kajari Tebingtinggi Mustaqpirin melalui Kasi Intel, Ranu Wijaya didampingi Kasi Pidsus, Chandra Syahputra kepada wartawan, Kamis (15/10).

Ranu mengatakan, September lalu, Kejari Tebingtinggi telah menetapkan tiga tersangka atas kasus pengadaan buku senilai Rp 2,4 miliar.

"Ketiga tersangka tidak ditahan karena koperatif dan berjanji akan mengembalikan kerugian negara," kata Ranu.

“Namun tersangka EE yang merupakan Kabid Disdik saat pemeriksaan memberikan keterangan berbelit - belit dan mempersulit tim penyidik untuk mengupas tuntas permasalahan ini, sehingga EE ditahan dan dititipkan ke Rutan perempuan di Lapas Klas II B Tebingtinggi,” tambah Ranu.

Selain kurang koperatif, Ranu juga mengatakan, penahanan EE dilakukan karena khawatir mempengaruhi yang lain, dan menghilangkan barang bukti serta melarikan diri.

"Penahanan EE, Rabu (14/10) sekitar pukul 17.00 WIB setelah selesai diperiksa," ungkapnya.

“Uang yang sudah dikembalikan terkait kasus pengadaan buku ini sebesar Rp 1,6 miliar,” tutup Ranu. (T02/a)

Penulis
: Redaksi