Eksekusi Lahan Pembangunan Bendungan Lau Simei-mei di Deliserdang Ricuh

* Pemilik Lahan Protes yang Dibayar Hanya Tanaman dan Bangunan

207 view
(Foto.Dok/Polresta Deliserdang)
EKSEKUSI : Jurusita PN Lubukpakam membacakan putusan eksekusi dengan pengamanan Personel Polresta Deliserdang dan jajarannya, Senin (12/4) di Kecamatan Biru-biru Kabupaten Deliserdang.
Biru-biru (SIB)
Pelaksanaan eksekusi untuk kebutuhan lahan pembangunan bendungan Lau Simei-mei di Dusun I dan II Desa Mardinding Kecamatan Biru-biru Kabupaten Deliserdang, berlangsung ricuh, Senin (12/4).

Seratusan masyarakat yang menyebutkan dirinya kelompok Aliansi Projo (Pro Jokowi) dan perkumpulan Arih Ersada, sempat melakukan penutupan jalan menuju lokasi eksekusi dengan berkumpul dan mengibarkan bendera merah putih dan umbul-umbul, untuk menghalangi petugas untuk melakukan eksekusi.

Dengan pengamanan dari Personel Polresta Deliserdang bersama jajarannya, pelaksanaan eksekusi dilaksanakan Pengadilan Negeri (PN) Kelas I A Lubukpakam, dengan membacakan putusan pelaksanaan eksekusi serta menebang beberapa tanaman secara simbolis di lahan yang dieksekusi.

Informasi diperoleh, PN Lubukpakam melaksanakan eksekusi terhadap lahan itu atas permohonan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Balai Wilayah Sungai Sumatera II.

Namun warga protes terhadap pelaksanaan eksekusi itu, karena pemerintah hanya membayar tanaman dan bangunan yang berada diatas lahan seluas 10 hektare. Sedangkan lahan itu tidak dibayar, karena lahan itu diklaim merupakan lahan hutan register (jalur hijau).

Disebut-sebut, sebelumnya lahan itu sudah dikuasai masyarakat dan dipergunakan sebagai lahan pertanian sudah puluhan tahun. Namun kepemilikan dari lahan itu belum teregistrasi hingga saat ini.

Lahan yang dieksekusi seluas 10 hektare berada di Dusun I dan Dusun II Desa Mardinding yang hingga saat ini masih dikuasai 12 Kepala Keluarga (KK). Eksekusi itu dilaksanakan karena pembayaran tanaman dan bangunan yang ada di lahan itu sudah dikonsinasi (dititipkan) di Pengadilan Negeri Lubukpakam.

Sumber dihimpun SIB, adapun warga yang menguasai lahan yang eksekusi berada di Dusun I Desa Mardinding adalah Nampai Ginting seluas 5.880 M2, Josia Tarigan seluas 23.614 M2, Budi Ginting seluas 4.467 M2, Joko Nia Tarigan seluas 2.176 M2, sedang 2 persil lagi seluas 3.087 M2 dan 8.813 M2, sedang proses pemberkasan.

Selanjutnya di Dusun II adalah dikuasai, Gancih Sinuraya seluas 20.589 M2, Anna Br Tarigan seluas 18.414 M2, serta 2 persil dikuasi oleh Ruth Br Tarigan seluas 15.092 M2 dan 30.444 M2.

Direncanakan seratusan warga yang menyebutkan dirinya kelompok Projo dan Arih Ersada, hari ini, Selasa (13/4) akan mendatangi PN Lubukpakam untuk menyampaikan keberatan mereka atas pelaksanaan eksekusi tersebut. (C1/d)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com