Frans Dante Desak Pemprov Sumut Siagakan Alat Berat di Jalur Medan-Berastagi dan Medan-Parapat


345 view
Frans Dante Desak Pemprov Sumut Siagakan Alat Berat di Jalur Medan-Berastagi dan Medan-Parapat
(Foto: Dok/Firdaus)
Frans Dante Ginting 

Medan (harianSIB.com)

Anggota DPRD Sumut Frans Dante Ginting mendesak Pemprov Sumut segera memerintahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut dan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Sumut untuk menyiagakan alat berat berupa excavator di jalur Medan-Berastagi dan Medan-Parapat Simalungun, untuk mengantisipasi terjadinya longsor di titik-titik rawan.


"Kita mengetahui informasi dari BMKG, diperkirakan akan tinggi curah hujan hingga Januari 2023. Tentu sangat rawan terjadi bencana longsor, sehingga perlu disiagakan alat berat di titik rawan longsor di jalur Medan-Brastagi dan Medan-Parapat," ujar Frans kepada wartawan, Rabu (23/11/2022), di DPRD Sumut.


Hal ini dilakukan sebagai antisipasi sedini mungkin sewaktu-waktu terjadi longsor dapat cepat ditanggulangi, agar tidak mengganggu arus lalu-lintas di jalur yang dikenal sangat padat tersebut.


"Sangat perlu disiagakan, bahkan maksimalkan jumlah kendaraan dan alat berat khususnya di jalur yang rawan longsor selama ini, sebagai bentuk antisipasi dini," kata anggota dewan Dapil IX Tanah Karo, Dairi dan Pakpak Bharat itu merespon bencana alam yang terjadi dalam sepekan ini, seperti banjir di Medan, Deli Serdang, dan gempa bumi di Cianjur, Jawa Barat.


Frans Dante mengaku sangat prihatin dengan musibah yang akhir-akhir ini melanda bangsa ini, sehingga diminta semua pihak turut mendoakan agar bencana tersebut tidak terjadi lagi dan terus melakukan upaya dini untuk mengantisipasi peristiwa serupa.


"Siapa pun tidak menginginkan bencana, tapi kita perlu memang mengantisipasi, misalnya melakukan upaya siaga, termasuk di jalur Medan-Berastagi-Dairi dan Medan-Parapat sebagai kawasan wisata dan jalur lintas transportasi penting dari semua sektor, termasuk obyek wisata.


Berkaitan dengan itu, politisi Partai Golkar ini mengharapkan penyiagaan alat berat, yang meliputi truk pengangkut material tanah, excavator dan lainnya harus dilakukan secepatnya di titik rawan longsor.


"Belajar dari pengalaman di lapangan selama ini, satu truk saja mogok di salah satu lintasan jalan di Berastagi, maka akan terjadi kemacetan panjang, karena tidak adanya akses jalan alternatif. Bayangkan kalau terjadi longsor, panjang kendaraan yang antre sampai berkilometer," katanya.


Apalagi jalur Medan-Berastagi sepanjang 60 kilometer merupakan jalan yang dipenuhi tanjakan terjal, tikungan tajam dan tebing rawan longsor, hampir di sepanjang jalan.


"Ini harus dicermati di musim penghujan di menjelang akhir tahun hingga awal tahun depan," katanya.


Selain pengerahan alat berat, tambah Frans Dante, juga diharapkan aparat kepolisian mengatur lalu lintas secara komprehensif, mengingat Bulan Desember akan menjadi akhir tahun yang padat lalu lintas dan bersamaan dengan perayaan Natal dan tahun baru," katanya.(A4)


Editor
: Wilfred/Donna Hutagalung
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com