PN Medan Keluarkan Putusan Sela

Gugatan Parlaungan Melawan Meilizar dan Partai Demokrat Harusnya di PN Jakarta Pusat


343 view
Gugatan Parlaungan Melawan Meilizar dan Partai Demokrat Harusnya di PN Jakarta Pusat
MATATELINGA/ISTIMEWA
Pengacara Hj. Meilizar Latief mengapresiasi Majelis Hakim Pengadilan Negeri Medan atas putusan sela yang menolak gugatan Parlaungan Simangungsong atas perkara Putusan Mahkamah Partai Demokrat dari Keanggotaan/Kader Partai Demokrat dan mem-PAW (pergantian

Medan (SIB)

Pengadilan Negeri (PN) Medan mengeluarkan putusan sela atas gugatan Parlaungan Simangunsong melalui kuasa hukumnya melawan Partai Demokrat sebagai tergugat I dan Hj Meilizar Latief sebagai tergugat II.

Putusan sela yang dibacakan di persidangan lanjutan atas gugatan Parlaungan terhadap isi putusan perkara perselisihan internal Partai Demokrat itu digelar di PN Medan, Jumat (17/6) oleh majelis hakim yang diketuai Dona Pasaribu.

Dalam amar putusan itu, ditegaskan bahwa PN Medan tidak berwenang mengadili gugatan tersebut. Lantaran domisili tergugat I berada di Jakarta Pusat. Dan oleh sebab itu, maka gugatan yang diajukan Parlaungan harusnya didaftarkan ke PN Jakarta Pusat.

Atas putusan itu, Martin Simangunsong selaku kuasa hukum Parlaungan Simanunsong saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya segera melayangkan gugatan ke PN Jakarta Pusat.

"Tadi itu kan putusan sela. Eksepsi tergugat dikabulkan dan menyatakan bahwa PN Medan tak berwenang mengadili perkara itu. Jadi kami akan mendaftarkan gugatan tersebut pada Senin ke PN Jakarta Pusat," ucapnya.

Seperti diketahui, Parlaungan mengajukan gugatan ke PN Medan untuk menyatakan bahwa putusan Mahkamah Partai yang diterbitkan tergugat I yakni Partai Demokrat tidak sah dan atau batal demi hukum dan atau tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat. Putusan Tergugat I itu dengan Nomor : 04/PIP-MP/2019 tentang Permohonan Penyelesaian Hasil Pemilihan Umum yang terkait dengan Kode Etik dalam Pemilihan Umum Tahun 2019 antar Calon Anggota Legislatif dari Partai Demokrat tertanggal 26 Mei 2019.

Lalu menyatakan tidak sah dan atau batal demi hukum dan atau tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat seluruh perbuatan atau keputusan Tergugat I terkait proses pemeriksaan dan persidangan terhadap Penggugat. Menghukum Tergugat I dan Tergugat II secara bersama-sama untuk membayar ganti rugi kepada Penggugat secara tunai, baik kerugian materiil maupun immateriil kepada Penggugat serta menyatakan Tergugat I dan Tergugat II melakukan perbuatan melawan hukum. (M14/p)

Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com