Ibadah Jumat Agung Berjalan Kondusif di Wilayah Teluk Aru Langkat


212 view
Foto: Dok/GKPI
HIKMAT: Ibadah Jumat Agung dirangkai dengan perjamuan kudus berjalan hikmat di Gereja GKPI Resort Pangkalan Brandan, Jumat (2/4).
Pangkalan Brandan (SIB)
Kapolsek Pangkalan Brandan AKP PS Simbolon SH menyampaikan terimakasih kepada seluruh masyarakat dan petugas kemanan yang berada di enam kecamatan Wilayah Teluk Aru Langkat, yang turut mengamankan Ibadah Jumat Agung sehingga terciptanya situasi yang aman dan kondusif, Jumat (2/4), ucapnya.

Jajaran Polsek Pangkalan Brandan, dan personil TNI dari Koramil yang berada di Teluk Aru Langkat (Forkopimcam), plus personil TNI Marinir-8-Tangkahan Lagan dan juga Sub Detasemen Polisi Militer di Pangkalan Brandan, berperan aktif melakukan penjagaan saat kegiatan ibadah Jumat Agung, ucap Kapolsek, yang dihubungi SIB melalui selularnya, Sabtu (3/4).

"Kami ingin memastikan pelaksanaan kegiatan ini bisa berjalan dengan aman dan umat Kristiani yang sedang menjalankan ibadah juga merasa nyaman serta tidak ada kekhawatiran, setelah kita melihat beberapa hari yang lalu sempat terjadi teror bom di salah satu gereja di Makasar, " katanya.

Sehari sebelum Jumat Agung, lanjutnya, Forkopimcam Kecamatan Babalan telah melakukan patroli pada malam hari hingga ke pelosok dusun/lingkungan dengan harapan terciptanya situasi aman.

Dari mulai tanggal 1 sampai 4 Arpil 2021, pihaknya sudah dan akan terus melakukan monitoring. Satu jam sebelum kegiatan ibadah di gereja, telah dilakukan sterilisasi oleh sejumlah petugas gabungan terangnya.

Hal ini diapresisasi Pendeta Parlindungan Hutapea STh yang mengucapkan banyak terima-kasih kepada Forkopimcam Babalan yang telah melakukan pengamanan dalam kegiatan ibadah Jumat Agung dan hal yang sama juga diharapkan pada kegiatan Paskah, Minggu (4/4), ucapnya.

Salah satu gereja yang dikunjungi petugas Forkopimcam Babalan, yaitu Gereja GKPI Resort Pangkalan Brandan. Di gereja ini ibadah Jumat Agung dirangkai dengan perjamuan kudus dengan mengambil Thema:" Yesus Menyerahkan Nyawanya".

Khotbah dan perjamuan kudus dipimpin Pendeta Resort GKPI Pangkalan Brandan, Wilayah I Medan-Langkat, Pdt Lamhot Parlindungan Hutapea STh, dengan mengambil nas Lukas 23:44-48.

Dalam khotbahnya, ia mengajak warga jemaat perlu memahami bahwa Kematian Yesus telah menghilangkan pembatas antara Allah dengan manusia.

“Melalui kematian Yesus kita tidak lagi terpisah dari kasih karunia-Nya, melainkan telah memperoleh jalan masuk untuk senantiasa menghadap hadirat-Nya dan menyerahkan berbagai persoalan hidup kita. Yesus benar-benar mengasihi umat-Nya melalui pengorbanannya di kayu salib. Ini merupakan tindakan penyelamatan dan penebusan umat dari dosa,” katanya.

Peristiwa penyaliban Yesus sesungguhnya menjadi peristiwa kasih yang melahirkan banyak peristiwa dan perubahan ajaib, yaitu : Langit yang gelap, tabir bait suci terbecah dua, kepala pasukan memuliakan Allah, hingga banyak orang yg menyesali apa yang terjadi. Perubahan-perubahan itu semakin mengingatkan kita bahwa kuasa Allah sangat besar. Ini juga bukanlah peristiwa yang memperlihatkan ketidakberdayaan Yesus, tapi sebaliknya mau menyatakan kemuliaan dan keagungan Yesus.

“Hari Jumat agung ini bukan sekadar beribadah memakai baju warna hitam (pakayan berkabung) bukan hanya sekadar mengikuti perjamuan kudus, tetapi betul-betul merenungi apa yang sudah diperbuat Yesus bagi kita. Jangan sampai kita menjadi orang-orang yang tidak tahu diri dan tidak tahu berterima kasih. Kita adalah orang-orang yang berutang kepada Yesus.Tetapi kita perlu mengaku Yesus yang disalibkan dan mati untuk memuliakan Allah melalui setiap aspek kehidupan kita, ucapnya. (A11/d)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib.com edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com