Ikuti Medan, Masyarakat Angkutan Minta Vaksinasi Sopir dan Pekerja Marjinal di SU Dikebut


96 view
Foto Dok
Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Organda SU Ps Rev Rajamin Sirait SE MA 
Medan (SIB)
Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Organisasi Angkutan Darat (Organda) Sumatera Utara (SU) Ps Rev Rajamin Sirait SE MA meminta otoritas ngebut vaksinasi sopir dan pekerja marjinal terkait angkutan darat. “Masyarakat angkutan mengapresiasi kebijakan Pemko Medan yang diinisiasi Wali Kota Bobby Nasution juga Dinas Perhubungan. Kabupaten kota yang lain di SU, mari ikuti kebijakan Pemko Medan. Vaksinasi sopir dan turunannya karena profesi tersebut yang paling banyak berkomunikasi dengan warga,” ujarnya di Medan, Senin (1/3) di jeda diskusi dengan aktivis antaranya Liston Hutajulu dari Pospera SU.

Ia mengatakan, sesuai visi misi Bobby Nasution, Medan sedang berbenah menuju metropolitan yang ramah pada warganya, membuka lebih maksimal partisipasi warganya. “Untuk menjamin kesehatan publik, di masa pandemi, vaksinasi Covid-19 adalah pilihan tertepat. Prioritas pada sopir angkutan umum dan turunannya, sangat bagus.”

Ia menyarankan, jika tahap awal vaksinasi dipusatkan di Terminal Amplas maka menyasar ke pool angkutan darat yang bertebar di Medan. “Sopir angkutan adalah kelompok yang 24 jam sehari berinteraksi dengan orang banyak sehingga rentan terpapar Covid-19. Vaksinasi agar menjamin penumpang, nyaman serta tidak risau," ujarnya.

Ia mengatakan, Pemko Medan memiliki stok 96 ribu dosis vaksin, yang dirasa sangat ideal untuk para sopir dan turunan terkait angkutan darat. “Tetapi, yang perlu diingatkan, meski sudah divaksin, tapi harus tetap patuh protokol kesehatan (prokes). Minimal tetap bermasker,” ujarnya.

Ia memuji angkutan massal yang dioperatori Dinas Perhubungan, Trans Metro Deli yang menyediakan hand sanitizer serta menerapkan prokes ketat pada penumpang. “Masyarakat angkutan berterima kasih pada Kadis Perhubungan Medan Iswar Lubis yang tegas dan disiplin. Warga ibu kota SU, seperti saya, memang harus ketat disiplin dan ketat peraturan agar taat,” sebut Rajamin Sirait.

Usulnya pada Wali Kota, seluruh angkutan massa, dikonvergensikan. Misalnya, Trans Metro Deli menjadi satu kesatuan, tidak terputus. “Kalau naik dari ujung timur mau ke selatan, jangan terputus. Minimal haltenya satu, hingga tidak membingungkan penumpang. Memang seluruh halte di Lapangan Merdeka Medan, tapi terpisah,” tambahnya sambil menunjuk pengangkutan massa di Jakarta. “Pak Wali Bobby Nasution pasti sudah tahulah itu. Tinggal dieksekusi,” tutup usahawan pengangkutan yang mengibarkan bendera PMH tersebut. (R10/f)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com