Jelang Ramadan, Wali Kota Umar Minta Pemprov Sumut Awasi Kualitas Beras dan Daging di Pasaran


152 view
Foto: Dok/Kominfo
SAMPAIKAN: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan saat menyampaikan usulan tentang pentingnya pengawasan khusus terhadap bahan pangan saat Ramadhan dan Lebaran kepada Gubsu Edy di acara rapat koordinasi Ballroom Adimulya Hotel Medan, (9/4).
Tebingtinggi (SIB)
Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan mengusulkan ke Pemprov Sumut agar memberikan perhatian khusus terhadap pengawasan kualitas bahan pangan seperti beras dan daging jelang Ramadan dan lebaran di pasaran. Menurutnya hal ini penting, karena kita tidak mau beras dan daging kualitas kurang baik tersebar di masyarakat, seperti yang terjadi di daerah lain saat Ramadan dan Lebaran

“Kita tidak mau terjadi ada bahan pangan harga murah, tapi kualitas buruk beredar di Sumut jelang Ramadan dan Lebaran,” usul Wali Kota kepada Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, saat acara Rapat Koordinasi High Level Meeting TPID dan Peluncuran Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah Sumut di Ballroom Adimulya Hotel Medan, Jumat (9/4).

Selain Gubernur, hadir dalam acara tersebut Wakapolda Sumut Dadang Hartanto, Kepala OJK Regional 5 Sumbagut Yusup Ansori dan Pimpinan Perum Bulog Wilayah Sumut Arif Mandu. Selain itu juga hadir Bupati/Wali Kota se-Sumut baik secara fisik maupun virtual, Kadis Kominfo Dedi Parulian, Kepala BPKPAD Jefri Sembiring, Kepala Dinas Pertanian Marimbun Marpaung, dan OPD terkait Pemprov dan Pemkab/Pemko.

Edy Rahmayadi dalam sambutannya mengatakan, pihaknya berupaya menstabilkan perekonomian Sumut terutama jelang Ramadan dan lebaran tahun ini. “Sumut cukup baik dalam memproduksi kebutuhan pangan seperti beras, cabai merah, cabai rawit, daging ayam, telur ayam dan minyak, bahan pangan ini statusnya surplus,” jelas Edy.

Gubernur juga menyampaikan, untuk bawang merah Sumut mampu memproduksi 64% dari total kebutuhan, sedangkan bawang putih 4,6%, untuk gula pasir Sumut 100% memasok dari luar daerah.

“Dibandingkan dengan beberapa daerah di Pulau Sumatera, Sumut masih tergolong lebih baik soal produksi bahan pangan seperti Aceh, Sumbar, Riau, Kepri, Bengkulu, Jambi, Babel dan Lampung. Namun, Sumut masih defisit produksi untuk bawang merah, bawang putih dan gula pasir,” ujar Edy.

Kepala BI Perwakilan Sumut Soekowardojo dalam sambutannya mengatakan, pertumbuhan ekonomi Sumut triwulan I tahun ini masih terkontraksi 1,07% sehingga perlu upaya-upaya khusus agar hal tersebut tidak terjadi. Sampai saat ini ada 21 Pemko/Pemkab di Sumut yang sudah memiliki Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) untuk pengimplementasian (EPTD).

“Pertumbuhan ekonomi sudah menunjukkan perbaikan, tetapi hasil assessment kami prediksi kami masih minus, tetapi untuk tahun 2021 secara keseluruhan diprediksikan tumbuh 4,5%. Dan dengan mengimplementasikan EPTD keuangan daerah akan lebih transparan karena semua terdata sehingga optimalisasi pendapatan daerah bisa dilakukan,” ujar Soekowardojo. (BR3/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com