Pemilu 2024 Dinilai Tak Fair

Jubir TPD Ganjar-Mahfud Sumut Temukan Dugaan Kecurangan


358 view
Jubir TPD Ganjar-Mahfud Sumut Temukan Dugaan Kecurangan
Foto: Ist/harianSIB.com
Sutrisno Pangaribuan.

Medan (SIB)

Hasil pantauan enam lembaga survei menunjukkan calon presiden (capres) nomor urut 2, Prabowo Subianto dan pasangannya Gibran Rakabuming Raka memenangkan perhitungan cepat (quick count) dari enam lembaga survei.

Angka didapat dari 50% lebih data yang masuk. Sementara paslon nomor urut 1 Anies Bawedan-Muhaimin Iskandar (Cak Imin) berada di posisi kedua dan paslon nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD berada di urutan ketiga.

Menanggapi hasil quick count tersebut, Juru Bicara Tim Pemenangan Daerah Ganjar-Mahfud Sumut Sutrisno Pangaribuan mengatakan, pihaknya menerima apapun hasil dari pilihan rakyat. Pasangan Ganjar-Mahfud selalu berkomitmen untuk menjadikan Pemilu sebagai pesta demokrasi.

"Akan tetapi, Tim Ganjar-Mahfud Sumut melalui Direktorat Hukum menemukan laporan bahwa ada berbagai dugaan kecurangan penyelenggaraan Pemilu di berbagai tempat secara khusus itu desa, misalnya tekanan kepada warga tidak akan mendapatkan bantuan dan lainnya bahkan terjadi adanya dugaan politik uang," katanya kepada harianSIB.com, Rabu (14/2).

Menurutnya, temuan-temuan itu sebagai indikasi awal bahwa terjadi kecurangan secara terstruktur sistematis dan masif. "Sebagai peserta Pemilu, kami akan menyerahkan secara keseluruhan kepada direktorat hukum yang akan melakukan proses. Satu hal yang penting kami akan menerima seluruh hasil Pemilu secara fair jika memang dilakukan secara jujur, adil, dan luber," ungkapnya.

Ia khawatir pihaknya menyatakan ada dugaan kecurangan nanti dianggap pula tidak menerima kekalahan, bukan itu poinnya. Pihaknya akan menerima kekalahan sepanjang proses Pemilu-nya berjalan dengan baik, namun ini ada indikasi kecurangan.

"Bukti-buktinya yang sedang kami kumpulkan baik dari pengakuan orang-orang yang menyaksikan dugaan tersebut. Kita sesalkan sebenarnya Pemilu ini sungguh-sungguh tidak fair, tidak jujur, dan tidak adil. Kalau soal menerima kekalahan, PDI Perjuangan itu sudah terbiasa kalah di masa orde baru," tuturnya mengakhiri. (**)

Penulis
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com