Kadisdik Sumut Ajak Guru dan Orang Tua Bersinergi Optimalkan PJJ


516 view
Kadisdik Sumut Ajak Guru dan Orang Tua Bersinergi Optimalkan PJJ
Foto: Okezone
Lasro Marbun.

Medan (SIB)

Plt Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara (Kadisdik Sumut) Lasro Marbun mengajak semua pihak tekhusus orangtua/wali, guru dan siswa untuk bersinergi mengoptimalkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang menjadi metode pembelajaran saat ini di tengah masa pandemi Covid-19.

Lasro mengatakan akibat Pandemi Covid-19 terpaksa banyak mengubah banyak pola kehidupan sehari-hari, termasuk dalam melakukan kegiatan belajar memgajar (KBM) melalui PJJ. Untuk itu, guna mengoptimalkan PJJ daring maupun luring ,diperlukan kerjasama yang baik.

"Mau tidak mau, kita harus mengikuti apa yang telah menjadi keputusan pemerintah untuk sementara waktu meniadakan KBM secara tatap muka. Hal ini guna menjaga kesehatan dan keselamatan para warga sekolah. Memang tidak mudah, karena ini pertama kalinya kita melihat orang tua benar-benar harus mengawasi dan mendidik anaknya, pasti betapa sulitnya melakukan itu. Di sisi lain guru dituntut untuk mampu menguasai kecanggihan teknologi demi menyediakan materi-materi yang menarik untuk peserta didiknya.

Namun semua itu akan berjalan dengan baik apabila keduanya menyadari, bahwa sama-sama saling membutuhkan.

Jadi, baik keluarga, guru dan siswa itu merupakan satu tim yanv solid untuk menyukseskan pendidikan," katanya kepada SIB di Medan (7/9).

Dikatakannya, semua dituntut untuk keluar dari zona nyaman sementara waktu, guna mencapai pembelajaran yang lebih optimal lagi. Kalau tidak, kita masih pada kebiasaan-kebiasaan yang biasa dan monoton.

"Dampak Covid-19 ini, kita ambil sisi positifnya saja, mungkin ini juga salah satu cara menciptakan pembelajaran yang lebih baik. Karena untuk benar-benar belajar dan tumbuh sebagai individu dan generasi yang maju , baik siswa atau orang dewasa perlu untuk keluar dari zona nyaman kita," tegasnya.

Lanjutnya, untuk itu semua saling terhubung dan saling memiliki ketergantungan satu sama lainnya. Jadi pentingnya mempererat solidaritas yang tinggi.

"Mari kita menggunakan kesempatan ini untuk belajar banyak hal. Satu hal yang terpenting adalah kita belajar dari krisis ini mengenai diri kita sendiri dan kepedulian dan kepekaan kita terhadap anak-anak bangsa. Dan yang terpenting mari kita mengawasi anak-anak saat belajar dari rumah (BdR) dan meski sekolah masih belum dibuka tetap menjaga kebersihan lingkungan sekolah agar tetap bersih dan asri, semuanya punya peran masing-masing. Mari lakukan itu,” katanya. (M20/f)

Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com