Kasus Demam Berdarah di Sumut Meningkat Fantastis, Kota Medan Tertinggi


254 view
Medan (SIB) -Jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mengalami peningkatan yang sangat fantastis. Berdasarkan data yang diperoleh SIB dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumut, jumlah kasus dari 2015 hingga November 2016 mengalami kenaikan hingga 2089 kasus.

Total jumlah kasus DBD pada 2015 sebanyak 5.688 penderita dan 44 meninggal. Sementara jumlah kasus di Januari hingga November 2016 sebanyak 7.777 penderita dan 48 meninggal. "Data 2016 masih sampai November karena masih ada kabupaten/kota belum mengirimkannya ke kita," kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Sumut melalui Kepala Bidang PMK, dr NG Hikmet MKes kepada wartawan di Medan, Minggu (15/1).

Masih berdasarkan data yang diterima, untuk jumlah kasus DBD tertinggi per kabupaten/kota selama 2015 hingga November 2016 yaitu Kota Medan peringkat pertama atau tertinggi sebanyak 3.010 penderita, 17 meninggal. Disusul Kabupaten Deliserdang sebanyak 1.958 penderita dan 10 meninggal, kemudian Kabupaten Simalungun sebanyak 1.733 penderita dan tidak ada yang meninggal.

"Kalau dilihat dari Incidence Rate (IR)/angka kesakitan pada 2015, Kota Sibolga urutan pertama sebanyak 163.6, disusul Tebingtinggi sebanyak 125.3 dan Binjai sebanyak 88.3. Sedangkan IR di 2016, Kabupaten Pakpak Bharat urutan pertama sebanyak 166.3, Tebingtinggi sebanyak 150.7 dan Kabupaten Samosir sebanyak 130.0," ujarnya.

Ia mengatakan, mengantisipasi ataupun pemberantasan penyakit DBD harus secepatnya dilakukan untuk menjaga agar masyarakat tidak terkena. Menurutnya, selama ini penderita DBD banyak yang tidak tertolong, karena keterlambatan penanganan dan dibawa ke rumah sakit.

Untuk itu, warga yang sudah terkena DBD, kata Hikmet, secepatnya dibawa ke Puskesmas ataupun ke rumah sakit untuk dilakukan pengobatan, sehingga tidak membahayakan kesehatan pasien itu. Masyarakat jangan menganggap sepele penyakit DBD, apalagi saat ini Sumut sedang mengalami transisi musim hujan ke musim kemarau, hal ini harus diantisipasi.

"Masyarakat juga agar membuang sampah pada tempatnya, membuang air di tempat pembuangan air limbah dan membersihkan bak mandi seminggu sekali, sehingga nyamuk Aedes aegypti tidak bersarang serta bertelur," tutur Hikmet mengakhiri. (A18/h)
Tag:
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com