Kejagung Hentikan 4 Perkara Pidum Asal Sumut


288 view
Kejagung Hentikan 4 Perkara Pidum Asal Sumut
foto:dok penkum kejatisu
Gelar: Suasana di lantai 2 Kejati Sumut saat gelar perkara secara vicon dengan Kejagung,Selasa (6/2/2024) lalu.

Medan (harianSIB.com)

Sebanyak 4 perkara pidana umum (Pidum) yang diteruskan Kejati Sumut ke Kejagung untuk dihentikan penuntutannya berdasarkan penerapan keadilan restoratif atau Restorative Justice (RJ), disetujui JAM Pidum Kejagung setelah dilakukan ekspose (gelar) perkara secara vicon, Selasa (6/2/2024).

Menurut Kasi Penkum Kejati Sumut Yos A Tarigan dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Kamis (8/2/2024), keempat perkara Pidum tersebut yaitu, satu perkara atas usul Kejari Asahan dengan tersangka M Taufik terkait pencurian kelapa sawit melanggar Pasal 107 huruf d UU No 39 Tahun 2014 Tentang Perkebunan atau Pasal 111 UU Nomor 39 Tahun 2014 Tentang Perkebunan.

"Kemudian, ada 3 perkara penganiayaan masing- masing atas usul Kejari Gunungsitoli dengan tersangka Yetilina Laia Alias Fani melanggar Pasal 351 Ayat (1) KUHP, atas usul Kejari Deliserdang dengan tersangka atas nama Cristo Andreas Purba melanggar Pasal 351 Ayat (1) KUHP dan atas usul Kejari Langkat dengan tersangka atas nama Herman Bangun melanggar Pasal 351 Ayat (1) KUHP Atau Pasal 335 Ayat (1) Ke-1 KUHP," papar Yos A Tarigan.

Disebutkan keempat perkara ini, dihentikan penuntutannya dengan pendekatan keadilan restoratif setelah disetujui JAM Pidum dengan menerapkan Perja No 15 Tahun 2020 tentang Penghentian Penuntutan dengan Pendekatan Restorative Justice.

"Penghentian penuntutan 4 perkara itu lebih mengedepankan hati nurani, karena tersangka baru pertama kali melakukan tindak pidana, ancaman pidana penjara tidak lebih dari 5 (lima) tahun dan kerugian yang

ditimbulkan tidak lebih dari Rp 2.500.000. Yang terpenting lagi adalah antara tersangka dan korban ada kesepakatan untuk berdamai,” kata Yos A Tarigan.

Setelah disetujui perkaranya dihentikan dengan pendekatan keadilan restoratif, antara tersangka dan korban sudah saling memaafkan dan tidak ada lagi dendam, kemudian tersangka mengakui kesalahan dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

“Masyarakat juga merespon positif proses perdamaian ini, karena proses perdamaian telah membuka sekat agar tercipta harmoni antar sesama serta mengembalikan keadaan pada keadaan semula,” tandasnya.

Ekspose perkara disampaikan Kajati Idianto melalui Wakajati M Syarifuddin kepada Jaksa Agung Muda Pidana Umum (JAM Pidum) Fadil Zumhana yang diwakili Direktur TP Oharda Nanang Ibrahim Soleh dan Direktur TPUL Agus Sahat Sampe Tua, SH,MH dengan didampingi para

Kasubdit pada JAM Pidum Kejagung RI, Selasa (6/2/2024) dari ruang Vicon Lantai 2 Kantor Kejati Sumut, Jalan AH Nasution Medan.

Wakajati Sumut M Syarifuddin, didampingi Aspidum Luhur Istighfar, Koordinator dan para Kasi pada Aspidum Kejati Sumut, yang diikuti Kajari Gunungsitoli Parada Situmorang, SH,MH, Kajari Asahan, Kajari Deliserdang Mochammad, Kajari Langkat, para Kasi Pidum dan JPU perkara

dimaksud. (**)

Penulis
: Koran SIB Martohap Simarsoit
Editor
: Wilfred/Bantors
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com