Kemenkes RI Fokus Optimalisasi Pengendalian HIV/AIDS, TBC dan Malaria


229 view
Kemenkes RI Fokus Optimalisasi Pengendalian HIV/AIDS, TBC dan Malaria
Freepik
Ilustrasi Pengendalian HIV/AIDS.

Medan (harianSIB.com)

Indonesia perlu fokus untuk meningkatkan deteksi tuberkulosis. Berdasarkan data Global Fund dan Kementerian Kesehatan, tahun 2022 tercatat sebanyak 824 ribu kasus TBC.

Dari jumlah tersebut baru 286 ribu kasus terdeteksi, sisanya 537 ribu kasus belum terdeteksi.

Deteksi yang rendah juga terjadi pada HIV/AIDS. Tahun ini, dari target 97 ribu kasus terdeteksi, baru 13 ribu (13%) yang ditemukan.

Sementara itu, kasus positif malaria dan annual parasite index (API) cenderung meningkat, terutama di wilayah Indonesia Timur.

Dari tahun 2020 ke 2021, kasus positif malaria naik 50 ribu kasus. Wamenkes Dante Saksono Harbuwono mengatakan, perlu memprioritaskan program untuk peningkatan deteksi dan pencegahan pada HIV/AIDS, TBC dan Malaria.

''Agenda kita adalah fokus pada optimalisasi pengendalian HIV/AIDS, TBC dan Malaria,'' kata Dante, Jumat (5/8/2022).

Upaya pencapaian target pengendalian HIV/AIDS, TBC dan Malaria akan dikejar hingga 2024.

Untuk HIV/AIDS target cakupannya penemuannya 90%, target pengobatannya 90%. Untuk TBC juga 90% penemuan kasus dan 90% pengobatan.

Sebagai contoh upaya pengendalian TBC telah dirancang program active case finding tuberkulosis pada 1,3 juta kontak erat di 8 provinsi, yakni Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTT, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara (Sumut).

Penulis
: Leo Bukit
Editor
: Wilfred/Donna Hutagalung
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com