Kualitas Rendah, Anggota DPRD Medan Minta Jalan Retak di Simalingkar B Segera Diperbaiki


306 view
Kualitas Rendah, Anggota DPRD Medan Minta Jalan Retak di Simalingkar B Segera Diperbaiki
Foto ist/harianSIB.com
Drs Daniel Pinem dan Paul MA Simanjuntak SH 

Medan (harianSIB.com)

Ketua Komisi IV DPRD Medan Paul Mei Anton Simanjuntak SH menyesalkan kualitas jalan di Simalingkar B yang baru beberapa bulan selesai dikerjakan, sudah retak-retak bahkan ada yang sampai terkelupas.

“Bagaimana bisa jalan yang baru dibuat sudah rusak bahkan retak-retak. Pemko Medan melalui Dinas PU harus turun ke lapangan untuk mengecek ulang kualitas jalan itu,” ujarnya kepada Jurnalis Koran SIB Desra Gurusinga, Jumat (25/3/2022) via selular.

Rusaknya jalan yang baru sekira 5 bulan dikerjakan itu, menunjukkan kualitas jalan yang dibuat sangat rendah. Apalagi, ujar Politisi PDI Perjuangan itu menyebutkan, dari awal saat pengaspalan jalan dilakukan, warga sudah mengeluhkan tipisnya aspal yang dihampar pemborong. Harusnya Dinas PU tanggap dengan hal ini.

Rendahnya kualitas jalan terlihat saat truk melintas di atasnya. “Lihatlah betapa kecewanya warga Simalingkar B dengan kondisi aspal jalan di daerah mereka yang hanya bertahan 5 bulan,” ujar Bendahara F-PDI Perjuangan DPRD Medan ini.

Untuk itu, disarankan Paul, agar Dinas PU Medan segera memperbaiki jalan tersebut sebelum rusaknya bertambah parah. Warga juga dimintanya agar ikut mengawasi jalan agar jangan dilalui truk yang berlebihan tonasenya.

Terpisah, anggota Komisi IV DPRD Medan Drs Daniel Pinem saat dimintai tanggapannya seputar jalan retak di Simalingkar B via selularnya, mengatakan kondisi jalan yang hanya bertahan selama 5 bulan harus dipertanyakan kepada pemborong jalan yang mengerjakannya kemarin.

“Karena masa pemeliharaan jalan itu selama 6 bulan. Jadi masih merupakan tanggungjawab kontraktor untuk pemeliharaan jalan dan perbaikan atas kerusakan yang ada,” ujar Politisi PDI Perjuangan ini.

Apalagi menurut laporan warga, mereka kecewa dengan pengerjaan pemborong yang terkesan tidak peduli pada ketebalan aspal jalan. Warga sebenarnya protes dengan aspal yang dipasang “Setipis kulit bawang” karena nyaris nampak aspal lama.

Untuk itu, ujar Pinem lagi, dengan kondisi jalan yang rusak dan retak-retak seperti ini hendaknya disikapi dengan bijak. Warga tidak meminta lebih, tambahnya, hanya perbaikan jalan dengan standar yang sudah ditetapkan. (*)

Editor
: Wilfred/Bantors
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com