LAPK: Minta Kebijakan Pencabutan Subsidi Pelanggan 900VA Ditinjau Ulang


194 view
Medan(SIB) -Pencabutan subsidi bagi pelanggan listrik 900VA mulai Januari 2017 dianggap sebagai kebijakan yang tidak tepat diterapkan pada saat ini, karena hampir semua kebutuhan pokok rakyat sedang mengalami kenaikan harga.

Sesungguhnya PLN sedang membuat kegaduhan baru dengan mencabut subsidi untuk golongan 900VA tetapi justru menurunkan tarif listrik semua golongon non-subsidi. Maka, dapat dipastikan akan menimbulkan keresahan dan kecemburuan dalam masyarakat akibat kesimpangsiuran tarif yang terjadi," kata Sekretaris LAPK (Lembaga Advokasi dan Perlindungan Konsumen) Padian Siregar di Medan, Kamis (5/1).

Dikatakannya, pemerintah harus meninjau ulang rencana pencabutan subsidi 900VA hingga tarif listrik golongan non-subsidi lain mengalami kenaikan. Pemerintah tidak boleh memaksakan kehendak hanya karena ingin menggenjot pendapatan negara, tetapi justru mengabaikan penderitaan rakyat yang terhimpit akibat ekonomi sulit.

Pemerintah harus peka mengeluarkan kebijakan, apakah kebijakan pro rakyat atau justru menambah penderitaan rakyat. Pemerintah jangan berlindung pada alasan telah dilakukan sosialisasi sejak tahun lalu, tetapi seharusnya pemerintah harus memerhatikan aspek inflasi dan daya beli masyarakat.

Seringkali kebijakan pemerintah kata Padian mendapat penolakan dari masyarakat dan hanya bertendensi hanya mencari keuntungan semata tetapi kemudian mengabaikan pelayanan.

Khususnya Sumatera Utara, tarif listrik secara periodik tetap mengalami kenaikan tetapi pelayanan PLN sangat buruk. Pemadaman masih saja terjadi tetapi pelanggan tidak pernah mendapatkan kompensasi dari standar mutu pelayanan PLN yang tidak terpenuhi," katanya.

Selain itu, pemerintah harus memerkuat mekanisme pengaduan masyarakat yang tidak terima subsidi listriknya dicabut, padahal berhak mendapatkan subsidi. Hal tersebut kemungkinan besar terjadi karena kesalahan pendataan. Karena, pemerintah menggunakan mekanisme rumit untuk mencabut subsidi. Hal itu karena hanya sebagian masyarakat yang subsidinya dicabut. Dari 23 juta pelanggan pengguna daya 900 VA, hanya 18,9 juta yang subsidinya dicabut dan 4,1 juta  masih disubsidi.

"Idealnya, pelanggan harus protes perihal pencabutan subsidi 900VA, karena dengan pencabutan subsidii, maka sama saja pemerintah membiarkan mekanisme pasar berjalan dan tidak ada lagi peranan negara dalam melindungi masyarakatnya. Bahkan, pencabutan subsidi itu diindikasikan ada jebakan yang diberikan PLN, yang mencoba mengkonversi pelanggan ke 1300 VA atau ke golongan yang dikategorikan mampu," kata Padian. (A01/l)
Tag:
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com