Mahasiswa dan Rakyat Unjuk Rasa ke DPRD SU Tegaskan Menaikkan BBM Kebijakan "Ugal-ugalan"


168 view
Mahasiswa dan Rakyat Unjuk Rasa ke DPRD SU Tegaskan Menaikkan BBM Kebijakan "Ugal-ugalan"
Foto SIB/Firdaus Peranginangin
Ugal-ugalan: Massa mahasiswa, buruh dan rakyat yang tergabung dalam "Akbar" unjuk rasa ke DPRD Sumut, Kamis (15/9/2022) tegaskan,  kebijakan pemerintah menaikkan  harga BBM  merupakan kebijakan yang "ugal-ugalan".

Medan (harianSIB.com)

Massa mahasiswa, buruh dan rakyat yang tergabung dalam "Akbar" (Aliansi Kemarahan Buruh dan Rakyat) unjuk rasa ke DPRD Sumut, Kamis (15/9/2022) menegaskan, kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM (Bahan Bakar Minyak) merupakan kebijakan yang "ugal-ugalan".


"Apakah penguasa tidak tahu, bahwa menaikkan harga BBM memberi dampak kenaikan kepada seluruh sektor, sehingga ekonomi rakyat menjadi terpuruk dan bangkrut. Kebijakan ini terkesan ugal-ugalan dan mencekik kehidupan rakyat," tegas pengunjuk rasa dalam orasinya di depan gedung DPRD Sumut.


Ditambahkan massa Akbar, salah satu dampak dari kenaikan harga BBM ini, akan memicu melonjaknya harga bahan pokok, dikarenakan meningkatnya biaya produksi dan distribusi kebutuhan pokok.


Berkaitan dengan itu, pengunjuk rasa menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat, kaum buruh, tani, nelayan, sopir Angkot dan kaum miskin kota untuk menolak kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM yang terkesan ugal-ugalan dan manifestasi dari watak penguasa yang enggan berpihak pada rakyat.


“Sungguh sangat menyakitkan bagi rakyat atas ketidakberpihakan pemerintah kepada rakyatnya, sehingga kami tidak pernah memandang kebijakan ini sebagai wujud ketiadaan pilihan objektif lain dari penguasa,” katanya.


Untuk itu, sebagai reaksi atas kebijakan pengurangan BBM yang dikeluarkan oleh rezim pemerintah serta dampak aktual dan potensial yang telah dan akan ditimbulkannya, pengunjuk rasa menyerukan penolakan kenaikan harga BBM dimaksud.


"Mari kita bersama-sama menuntut pembatalan kenaikan harga BBM, karena kebijakan tersebut tidak berpihak kepada rakyat," tandas pengunjuk rasa sembari membentangkan spanduk bertuliskan "BBM naik, rakyat tercekik".


Aksi massa tersebut mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian dari Brimob dan Sabhara Poldasu yang sudah sejak pagi terus berjaga-jaga di gedung DPRD Sumut, guna mengantisipasi hal-hal yang mengganggu ketertiban umum.(A4).





Editor
: Robert/Eva
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com