Massa GSBI Sumut Unjukrasa Tolak UU Ciptaker di Depan Kantor Gubernur Sumut


95 view
foto: Muhammad Aribowo
Massa GSBI padati Jalan Diponegoro, Medan lakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Gubernur Sumut
Medan (SIB)
Ratusan massa dari Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI) Provinsi Sumut unjukrasa di depan Kantor Gubernur Sumut Jalan Diponegoro Medan, Kamis (15/10). Dalam orasinya mereka menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja (Ciptaker).

Ada pun beberapa alasan mereka menolak Omnibus Law, seperti upah yang ditetapkan berdasarkan satuan waktu dan satuan hasil, pekerja outsourcing diperbolehkan bekerja di bagian inti produksi, sistem kerja kontrak yang dikontrak selamanya.

Kemudian perusahaan yang merjer atau pindah tempat serta perusahaan yang merugi selama 2 tahun berturut tanpa bukti yang kuat, bisa mem-PHK buruh.

Selain itu, mereka juga mempersoalkan upah minimum yang dihilangkan dan diganti dengan upah padat karya, serta dihilangkannya sanksi pidana ketenagakerjaan bagi perusahaan yang melanggar aturan.

Selama unjukrasa berlangsung akses jalan Diponegoro di depan Kantor Gubernur Sumut ditutup. Pihak kepolisian tetap standby melakukan penjagaan.

UNJUK RASA DI KIM
Sementara itu, ratusan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Logam, Elektronik dan Mesin, Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP LEM SPSI) Kota Medan, Kamis (15/10) menggelar aksi unjuk rasa damai di sekitar Bundaran Kawasan Industri Medan (KIM) 2, dengan tuntutan menolak UU Cipta Kerja.

Pantauan wartawan, beberapa saat menjelang waktu makan siang, petugas kepolisian dipimpin langsung oleh Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP MR Dayan dan Kapolsek Medan Labuhan, Kompol Edy Safari, membagikan nasi bungkus serta minuman kepada massa. Mereka pun bersama Danyonmarhanlan I, Letkol Marinir Farick, juga terlihat berbaur makan nasi bungkus bersama dengan para buruh. (M11/M07/f)

Penulis
: Redaksi