Meningkat 100 Persen, Perusahaan yang Ajukan Pailit Dampak Pandemi Covid-19


444 view
Meningkat 100 Persen, Perusahaan yang Ajukan Pailit Dampak Pandemi Covid-19
shutterstock
Ilustrasi bangkrut
Medan (SIB)
Ketua Koordinator Wilayah (Korwil) Himpunan Kurator dan Pengurus Indonesia (HKPI) Medan Dr Enni Martalena Pasaribu SH MH CRA mengatakan, hingga Desember 2020, perusahaan yang mengajukan pailit meningkat seratus persen. Rata-rata perusahaan tersebut mengalami kesulitan keuangan karena terdampak Covid-19. “Pemerintah Indonesia mengeluarkan kebijakan menutup pintu pada warga asing hingga pertengahan Januari 2021. Itu pun akan berdampak pada perusahaan melakukan konsolidasi keuangan,” ujarnya di Medan, Selasa (29/12) di jeda membagi masker dan bahan pokok pada sektor informal seperti penarik becak, sopir angkot dan warga marjinal ekonomi di Sekretariat Jalan Sei Galang Medan.

Didampingi Sekretaris Mr Banuara Sianipar SH MH CPR, Bendahara Hasrul Azwar Siagian SH MH, Enni Pasaribu mengatakan, saat wabah virus corona menghantam Tanah Air, banyak perusahaan di Sumatera mengajukan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU). “Di semua Pengadilan Niaga di Indonesia, jumlahnya meningkat. Bahkan lebih seratus persen jika dibanding kuartal ketiga tahun lalu,” tegasnya sambil mengurai data tersebut didapatnya dari sistem informasi penelusuran perkara (SIPP) di 5 pengadilan niaga (PN) Jakarta Pusat, Medan, Semarang, Surabaya dan Makassar untuk kasus PKPU.

Ia merinci, pada Januari hingga November 2019 terdapat 379 perkara PKPU yang melonjak pada Januari 2020 hingga pertengahan November 2020 terdapat 571 perkara PKPU. Perkara kepailitan pada Januari hingga November 2019 sebanyak 116 perkara dan pada Januari 2020 hingga November 2020 sebanyak 96 perkara kepailitan. “Rata-rata pelonjakan kasus karena krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19,” katanya.

Menurutnya, dengan kondisi dewasa ini kiranya para kreditur memahami permohonan PKPU. “Dari kaca mata usaha, PKPU lebih baik daripada langsung permohonan pailit.”

Untuk membantu perusahaan atau badan usaha serta pengusaha pribadi, HKPI Medan menjadwalkan seminar nasional guna terhindar dari ‘kehancuran’ terlalu dalam bahkan sampai pailit. “Seminar dengan pembicara Ketua Umum HKPI Dr Soedeson Tandra, akademisi, pelaku usaha yang ‘selamat’ dari maut Covid-19,” ujarnya.

Menurutnya, untuk kasus penyelamatan pihaknya berharap bank memberi relaksasi. “Presiden Joko Widodo kan sudah mengumumkan langkah kebijakannya. Bank harus pula menyesuaikan karena saat ini kondisi sangat kritis,” tegasnya.

Sekretaris Mr Banuara Sianipar SH MH CPR menambahkan kiranya debitur diberi kesempatan untuk merestrukturisasi utangnya maka diharapkan memberikan mereka kesempatan bernapas dan akan pulih kembali setelah pandemi teratasi. “Langkah tersebut agar kreditur mendapatkan piutang semakin membesar.”

Ia menyarankan, kreditur diharapkan jangan langsung pasrah apalagi menyerah dengan keadaan untuk langsung menyatakan pailit. “PKPU atau pailit pada muaranya terpulang kepada tujuan akhir dari kreditur pemohon itu sendiri,” jelas pengacara sohor pengurus sejumlah organisasi profesi dan kemasyarakatan tersebut. (R10/f)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com