PLN UIW Sumut Siap Bangun 16.7 kms Listrik Pedesaan 2021

* Juga Listriki Desa Panigoran Labura

227 view
(Foto: Dok/Humas PLN)
BANGUN LISA: Petugas PLN saat melakuan pembangunan listrik pedesaan memerlukan kerja ekstra, karena ada kalanya material listrik harus digotong, sebab kesulitan alat transport roda 4. 
Medan (SIB)
PT PLN (Persero) terus mendukung program pemerintah dalam rangka peningkatan rasio elektrifikasi dan keadilan energi nasional. Pada tahun 2021, PLN UIW Sumatera Utara telah merencanakan pembangunan jaringan Listrik Pedesaan (Lisa) sepanjang 169,7 kilometer sirkuit (kms).

General Manager PLN UIW Sumateta Utara, Pandapotan Manurung mengatakan,Selasa (16/3) PLN telah memiliki roadmap pembangunan listrik pedesaan yang terimplementasi dalam rencana kerja tahunan. “Rencana kerja ini akan terus diupdate sesuai perkembangan data desa dari Kementerian Dalam Negeri. Hal ini karena dasar pelaksanaan listrik desa adalah data desa yang terdaftar di Kemendagri,” ungkap Pandapotan.

Menurutnya, upaya realisasi listrik pedesaan memerlukan tahapan-tahapan sesuai prosedur. “Dalam membangun jaringan listrik pada program listrik pedesaan, kami harus melakukan survey untuk mendata material yang dibutuhkan serta kondisi geografis lokasi. Data geografis ini diperlukan untuk menentukan mekanisme mobilisasi material dan metode pembangunan konstruksi jaringan listrik.

Selain itu PLN juga berkoordinasi dengan stakeholder mengenai ijin pembebasan lahan yang dilintasi jaringan listrik pedesaan,” paparnya.

Seperti yang dilakukan pada Desember 2020, tambah Pandapotan, PLN UIW Sumatera Utara menandatangani perjanjian kerjasama dengan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) dalam rangka pembangunan jaringan listrik yang melintasi kawasan Taman Nasional Gunung Leuser.

Perjanjian tersebut merupakan tindak lanjut persetujuan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan 1 Oktober 2018 untuk melaksanakan kerja sama yang dilanjutkan surat nomor S.632/KSDAE/PIKA/KSA.0/9/2018 tanggal 15 Oktober 2018 oleh Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem.

“Dalam membangun jaringan listrik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, PLN juga mempertimbangkan aspek lain seperti lingkungan, sosial dan budaya. Hal ini merupakan wujud komitmen PLN untuk mendukung pembangunan nasional, tidak hanya sektor energi ,” jelas Pandapotan.

Terkait pemberitaan mengenai Desa Panigoran, Kecamatan Aek Kuo Kabupaten Labuhan Batu Utara yang belum terlistriki, Pandapotan menegaskan bahwa PLN pada prinsipnya siap untuk melistriki desa tersebut. “Pada prinsinya PLN siap melayani permohoan lstrik pedesaan sesuai dengan prosedur dan ketentuan dari pemerintah,” pungkasnya.

Pandapotan juga menyampaikan selama 2020, realisasi pembangunan listrik pedesaan belum dapat maksimal karena Pandemi Covid-19. “Mari kita berdoa semoga kondisi pandemi ini segera berakhir, sehingga proses pembangunan listrik pedesaan ini dapat berjalan lancar,” tutupnya. (A2)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com