Parhalado dan Jemaat HKBP Immanuel Minta Praeses Mediasi Selesaikan Persoalan dengan Pendeta


152 view
Foto Dok
Pdt Sunggul P Sirait MM
Medan (SIB)
Mayoritas jemaat dan parhalado (pengurus gereja/sintua) gereja HKBP Immanuel Jalan Sei Brantas Medan berharap Ephorus dan Praeses Distik X Medan-Aceh mau ikut serta menyelesaikan konflik mereka dengan Pdt Ester Sitorus STh yang sudah berlangsung hampir setahun. Mereka sudah minta petunjuk kepada Ephorus dan praeses tapi tidak mendapat respon sedikit pun.

Bendahara Gereja, St Efendi Sitorus kepada wartawan mengatakan, konflik dengan Pdt Ester karena jemaat dan parhaldo mengkritisi bahwa pimpinan tidak melakukan pelayanan sebagaimana standar seorang pelayanan yaitu melayani sepenuhnya di seluruh Wijk (sektor).

“Terlebih lagi, sejak April 2020, Pdt Ester sudah mengambil alih manajemen, padahal itu bukan tugas pelayan melainkan fungsionaris gereja. Seharusnya menjadi tupoksi bendahara, bagian harta benda gereja (parartaon) dan seketaris. Makanya kami tidak sejalan lagi dengan Pdt Ester Sitorus,” kata St Efendi Sitorus kepada wartawan, Minggu (15/11).

Akibatnya, kata Efendi, terjadilah pengkotak-kotakan di gereja, dari 33 sintua, 25 orang tidak sependapat dengan kebijakan pendeta, 5 orang sependapat dan 3 orang lagi tidak memihak siapapun. Sedangkan 98 persen jemaat juga tidak sependapat dengan kebijakan pendeta.

“Kami sudah mencoba mengalah, berusaha melakukan pendekatan persuasif supaya satu ara, antara pendeta, parhalado dan jemaat. Kami menghormati pendeta sebagai pimpinan gereja. Itupun tidak diterima Pdt Ester, dia langsung menutup rapat sehingga tidak ada penyelesaian sampai saat ini,” ungkapnya.

Permintaan jemaat agar distrik ikut menyelesaikan permasalahan, lanjut Efendi, justri distrik mengutus tim audit distrik untuk mengaudit keuangan gereja dipimpin Godfried Lubis. Padahal yang perlu diaudit adalah pelayanan. Seluruh surat-surat yang dibutuhkan tim audit sudah diserahkan, tapi sudah berbulan-bulan, hasil audit belum diserahkan tim.

“Terakhir kami beribadah pada, Minggu (15/11), tapi gereja dikunci, gembok gereja sudah diganti. Terpaksa kami beribadah di samping gereja. Itulah permasalahan di HKBP Immanuel yang sampai sekarang belum ada upaya pihak birokrasi menyelesaikannya,” ungkapnya.

Praeses HKBP Distrik X Medan-Aceh Pdt Sunggul P Sirait MM mengatakan, pihaknya sudah melakukan upaya damai ke dua belah pihak tapi pihak St Efendi Sitorus berkeras terhadap keinginan mereka. Ada tiga butir kesepakatan damai yang diajukan Distrik, yaitu: 1. ibadah masih di rumah lewat live streaming. 2. Kedua belah pihak bisa menahan diri dan tidak membuat keributan. 3. Audit keuangan gereja dan pembangunan tetap dilaksanakan.

“Bendahara gereja belum mau diaudit dan diverifikasi dan permasalahan ini sudah sampai ke polisi dan masih ditangani,” kata Praeses.

Sedangkan Pdt Ester Sitorus yang dihubungi wartawan mengaku upaya mediasi sudah selalu dilakukan pihaknya. “Tetapi tidak semudah membalikkan telapak tangan, kita tunggu sajalah, karena persoalan yang terjadi di HKBP Immanuel sudah biasa bagi mereka,” tuturnya. (M10/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Harian SIB Edisi Cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com