Pekerja Unjuk Rasa di Hamparan Perak, Oknum Polisi Acungkan Senjata Api


143 view
Dok. Istimewa
Oknum polisi di Sumatera Utara mengeluarkan senjata api saat unjuk rasa buruh. 
Belawan (SIB)
Aksi "koboi" yang dilakukan oknum polisi terhadap sejumlah buruh yang unjuk rasa di depan pintu masuk PT RFA, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deliserdang, berbuntut panjang.

Kalangan buruh melalui surat terbukanya memohon perlindungan dan penegakan hukum, kepada Presiden Joko Widodo, Ketua DPR RI Puan Maharani, Menaker Ida Fauziyah, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Kapolda Sumut dan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, atas tindakan oknum petugas kepolisian tersebut.

Dalam surat terbuka Pimpinan Wilayah Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia-Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (FSPMI-KSPI) yang diterima wartawan Sabtu (27/2) disebutkan, pada Jumat (26/2), sejumlah pekerja PT RFA unjuk rasa dengan tuntutan, sejumlah teman mereka yang diduga telah di PHK sepihak agar dipekerjakan kembali.

Beberapa saat kemudian, para pengunjuk rasa didatangi oleh seorang laki-laki yang baru keluar dari perusahaan mengenakan seragam kepolisian yang kemudian melakukan dialog dengan sejumlah buruh.

Namun dialog tersebut tidak membuahkan hasil. Para buruh menolak tawaran untuk kembali bekerja, karena belum ada kepastian terhadap nasib sejumlah teman mereka yang diduga telah di PHK sepihak oleh perusahaan.

Dengan memberikan waktu kurang lebih satu jam kepada para pengunjuk rasa agar kerja kembali, si oknum polisi meninggalkan para buruh dan masuk ke dalam areal PT RFA. Tidak berapa lama kemudian, si oknum polisi kembali memdatangi para pengunjuk rasa dan meminta agar tidak melakukan aksi di depan pintu masuk utama perusahaan.

Karena imbauannya tidak diindahkan para pengunjuk rasa, oknum polisi tersebut marah-marah sambil mengeluarkan benda diduga senjata api dan mengarahkannya kepada buruh serta menendang minuman/makanan milik buruh.

Selain itu, oknum polisi tersebut juga mengancam, jika para pemgunjuk rasa tidak segera membubarkan diri akan diboyong ke kantor polisi.

Takut dengan ulah oknum petugas kepolisian tersebut, para pengunjuk rasa akhirnya membubarkan diri.
Dalam surat terbuka tersebut juga terdapat foto oknum perwira polisi sedang mengacungkan diduga senjata api.
Kapolsek Hamparan Perak, Kompol Edward Simamora yang dihubungi melalui telepon genggamnya, hingga Sabtu malam pukul 19.37 WIB belum menjawab konfirmasi wartawan. (M07/f)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com