Pemerintah akan Lakukan Vaksin Booster Kedua Lansia


147 view
Pemerintah akan Lakukan Vaksin Booster Kedua Lansia
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Tenaga kesehatan bersiap menyuntikkan vaksin COVID-19 dosis ketiga kepada warga saat vaksinasi booster COVID-19 di Puskesmas Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, Jakarta, Rabu 12 Januari 2022. Pemerintah memulai program vaksinasi lanjutan (booster) COVID-19 secara gratis kepada masyarakat umum yang berusia 18 tahun ke atas dengan kelompok prioritas penerima vaksin adalah orang lanjut usia (lansia) dan penderita immunokompromais. 

Medan (harianSIB.com)

Menyusul lonjakan kasus Covid-19 RI yang dipicu merebaknya subvarian Omicron XBB dan BQ.1, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) akan memulai pemberian vaksin Covid-19 booster kedua untuk non nakes, yakni kelompok lansia.


Vaksin yang disuntikkan sebagai booster kedua tersebut berbeda-beda, menyesuaikan jenis vaksin Covid-19 yang digunakan pada booster pertama.


Kebijakan terkait pemberian booster kedua tersebut diatur dalam Surat Edaran Nomor: HK.02.02/C/5565/2022 tentang Vaksinasi Covid-19 Dosis Booster ke-2 Bagi Kelompok Lanjut Usia.


"Sebagai upaya mitigasi peningkatan kasus dan munculnya subvarian baru, pemerintah mulai menggenjot cakupan vaksinasi Covid-19 baik dosis lengkap maupun booster. Yang terbaru, Kemenkes mengizinkan pemberian vaksinasi booster Covid-19 dosis kedua, atau suntikan keempat, kepada lansia berusia di atas 60 tahun," kata Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Ismail Lubis, kepada wartawan, Rabu (23/11/2022).


Ia menyampaikan regimen vaksin yang dapat digunakan untuk vaksinasi booster kedua bagi lansia, disesuaikan dengan jenis vaksin Covid-19 yang digunakan pada suntikan booster pertama.


Kombinasi untuk booster pertama Sinovac. AstraZeneca diberikan separuh dosis (half dose) atau 0,25 ml. Pfizer diberikan separuh dosis (half dose) atau 0,15 ml.


Moderna diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml. Sinopharm diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml.


Sinovac diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml. Indovac diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml.


"Kombinasi untuk booster pertama AstraZeneca. Moderna diberikan separuh dosis (half dose) atau 0,25 ml. Pfizer diberikan separuh dosis (half dose) atau 0,15 ml. AstraZeneca diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml," ujarnya.


Kombinasi untuk booster pertama Pfizer. Pfizer diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,3 ml.


Moderna diberikan separuh dosis (half dose) atau 0,25 ml. AstraZeneca diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml. Kombinasi untuk booster pertama Moderna.


Moderna diberikan separuh dosis (half dose) atau 0,25 ml. Pfizer diberikan separuh dosis (half dose) atau 0,15 ml.


Kombinasi untuk booster pertama Janssen (J&J). Janssen (J&J) diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml.


Pfizer diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml. Moderna diberikan separuh dosis (half dose) atau 0,25 ml. Kombinasi untuk booster pertama Sinopharm.


Sinopharm diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml. Zivifax diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml.


Kombinasi untuk booster pertama Covovax. Covovax diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml.


"Adapun vaksinasi Covid-19 booster kedua untuk lansia, bisa diberikan sekurang-kurangnya enam bulan sejak booster pertama diberikan," ungkapnya.


"Sementara bagi lansia yang belum booster pertama segera dapatkan booster pertama, Kami mengimbau agar para lansia dipastikan vaksinasi primernya harus dilengkapi dulu," pintanya.


Untuk Sumut sendiri, ia mengatakan vaksin booster kedua sudah dilaksanakan. "Untuk sekarang ini prioritas dulu lansia PNS di RS Paru, RS Mata dan PNS Dinkes," tambahnya. (*)


Penulis
: Leo Bukit
Editor
: Wilfred/Donna Hutagalung
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com