Pendalaman Nasionalisme Keindonesiaan di LP Perempuan Medan


262 view
Pendalaman Nasionalisme Keindonesiaan di LP Perempuan Medan
(Foto: Dok /PIKI Sumut)
PENDALAMAN: Pdt Dr Rosiany Hutagalung SP MTh (2 kiri) dan Pdt Dr Tiopan Tampubolon SE MTh (kanan) dari Gereja Methodist Indonesia (GMI) Wesly mengapit warga binaan usai ibadah khusus di LP Perempuan Kelas IIA Medan - Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sumut, Minggu (4/2). 
Medan (SIB)
Sejumlah tokoh gereja dan pendeta dari Wesley Methodist Church melayani ibadah khusus di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Perempuan Kelas IIA Medan - Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sumut, Minggu (4/2). Di antaranya adalah cendikiawan Kristen Pdt Dr Rosiany Hutagalung SP MTh dan Pdt Dr Tiopan Tampubolon SE MTh dari Gereja Methodist Indonesia (GMI) Wesly.
“Kami menglasifikasikan ibadah sebagai istimewa dan spesial sebab ada tiga orang gembala memerbaharui imannya menjadi tidak salah arah sebab kukuh menerima Yesus Kristus sebagai penuntun imannya,” ujar Pdt Rosiany Hutagalung, Selasa (6/2) di Medan.
Menurutnya, pihaknya punya agenda tetap melayani warga binaan di sejumlah rumah tahanan dan LP di Sumut, tapi untuk Minggu menjadi spesial sebab warga binaan memerbaharui iman sekaligus menebalkan nasionalisme keindonesiaan.
“Sebab untuk kembali menjadi warga negara biasa di Indonesia, tidak segampang bayangan banyak orang. Perlu persiapan mental dan rohani yang kukuh hingga muncul dan mekar sense of belonging dengan pribadi yang kuat,” tambahnya. “Kami berterima kasih pada Prof Elisabeth Siahaan yang berpartisipasi menyiapkan konsumsi dalam jamuan yang diikuti 75 warga,” tambah anggota PIKI Sumut tersebut.
Sesuai pengalamannya melayani warga binaan, tidak sedikit cobaan yang dirasakan. Mulai urusan pribadi seperti kerinduan dengan kuluarga hingga terkait sosialisasi sebagai mahkluk sosial.
“Bila tidak kuat moral dan iman, dapat muncul persoalan baru. Mulai dari hasrat mencari jalan pintas yang membuka kemungkinan bertambahkan persoalan hukum. Itulah yang kami antisipasi agar jangan sampai terjadi. Semuanya tentu berkoordinasi dengan pimpinan lembaga dan Kakanwil Kemenkumham Sumut, HM Jahari Sitepu dan jajarannya,” tegasnya.
Secara psikologis, lanjut Pdt Rosiany Hutagalung, warga binaan harus rutin memeroleh pendampingan iman dan psikologis. (**)
Penulis
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com