Natal BKAG Kota Medan

Perbedaan Tata Ibadah Jangan Dipertentangkan, Intinya Benar dan Sungguh Memuji Tuhan

* Godfried Lubis: DPRD Medan Sudah Perjuangkan Honor Guru dan Sintua

930 view
Perbedaan Tata Ibadah Jangan Dipertentangkan, Intinya Benar dan Sungguh Memuji Tuhan
SIB/Horas Pasaribu
Anggota DPRD Kota Medan Drs Godfried Effendi Lubis, MM bersama Pdt DR Eben Siagian, Pdt Tulus Siahaan, MTh, Pdt Des Han Lingga, MMin dan yang lainnya menyalakan lilin pada perayaan Natal BKAG Kota Medan, Rabu (6/1) di GKPI Sidorame Jalan Pelita II Kecamat
Medan (SIB)- Natal bukan sekedar liturgi dan perayaan tapi bagaimana membawa perubahan rohani atau pertumbuhan iman dan perilaku setiap umat Kristiani menjadi lebih baik. Gereja terdiri dari berbagai denominasi, tata ibadah dan liturginya berbeda. Ada yang bernyanyi sambil melambaikan tangan, ada yang bertepuk tangan sambil bersorak-sorai, ada pula yang hanya menggoyang-goyangkan kaki dan juga yang hanya berdiri tidak membuat gerakan apa-apa.

“Tapi itu tidak perlu dipersoalkan atau dipertentangkan, Tuhan Yesus meminta dari kita adalah hati yang sungguh-sungguh memuji Dia. Liturgi boleh saja berbeda, meski warga Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh tidak merayakan Natal, tapi bukan berarti tidak percaya kepada Tuhan Yesus,” ucap Pdt Des Han Lingga,MMin pada khotbahnya di Perayaan Natal Badan Kerja Sama Antar Gereja (BKAG) Kota Medan, Rabu (6/1)  di Gereja GKPI Sidorame Jalan Pelita II Kecamatan Medan Perjuangan.

Untuk itu, kata Ketua Wilayah Sumut Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh ini, antar gereja jangan merasa aneh dengan tata ibadah gereja tertentu, jangan merasa gerejanya lebih baik dan gereja lain tidak baik.  Ada yang mengulang lagu sampai berkali-kali dan ada pula hanya sekali. Bagi Yesus bukan lagu pujian yang dinyanyikan, tapi intinya lagu itu dinyanyikan dengan roh dan kebenaran.

Dia  juga berpesan agar warga Kristen jangan melihat dengan kasat  mata, karena di balik kasat mata itu ada nilai yang  berharga meski tidak kelihatan. Dia memberi contoh tentang kelahiran Kristus di Betlehem, di kandang domba. Karena tidak ada lagi tempat bagi Yusuf dan Maria tempat penginapan. “Tapi apakah benar waktu itu di Betlehem memang tidak ada lagi penginapan? Belum tentu”, katanya.

Waktu itu Yusuf dan Maria berjalan dari Nazaret ke Judea menempuh jarak 100 km  mengendarai seekor keledai.  Seorang wanita yang sedang hamil menunggang keledai waktu itu adalah orang miskin, sehingga ditolak karena dianggap tidak mampu membayar penginapan.Apalagi kalau sampai melahirkan akan merepotkan penginapan dan mengganggu tamu-tamu lain. Akhirnya Yusuf dan Maria menginap di kandang  domba dan di situ Tuhan Yesus lahir.

“Artinya apa? Orang Betlehem  memandang Yusuf dan Maria  dari tampilan luarnya bahwa mereka miskin. Padahal dari tubuh Maria lahir Raja Juru Selamat,jika waktu itu orang Betlehem membuka pintu pagi Yusuf dan Maria akan lahirlah Juru Selamat di rumah atau penginapan tersebut sehingga diberkati Tuhan dan akan menjadi sejarah yang tetap dikenang. Makanya jangan selalu mengukur sesuatu dengan materi, karena kita bisa kehilangan berkat dari Tuhan,” terangnya.

Ketua BKAG Kota Medan  Pdt Tulus Siahaan, MTh mengatakan, BKAG Medan tidak memersoalkan gereja besar atau kecil, Natal tahun lalu yang khotbah dari Keuskupan Agung Medan dan tahun ini dari Gereja Masehi Adven hari Ketujuh. BKAG  tetap  bekerja dan mitra stategis Pemko Medan yang independen bersama PGI, PGPI, PGLII, KWI. Organisasi ini bukan juga tandingan dan bukan pula lebih tinggi dari organisasi-organisasi gereja, tapi berfungsi sebagai kordinator bagi semua lembaga, gereja, dan yayasan-yayasan kristiani di Kota Medan.

Turut hadir Anggota DPRD Medan Drs Godfried Effendi Lubis, MM. Dia minta doa bagi seluruh gereja di Kota Medan agar 17 orang anggota legislatif beragama Kristen diberi Tuhan kesehatan dan kekuatan untuk memerjuangkan anggaran masyarakat khususnya untuk kekristenan. Sampai saat ini mereka sudah memerjuangkan honor guru Sekolah Minggu (SM) sejak tahun anggaran 2013 dan kini honor para sintua, penetua atau ketua lingkungan Katolik bisa ditembus masuk APBD 2016. (A12/c)


Tag:
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com