Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia Jadi Momen Hilangkan "Sumut" Konotasi Buruk


377 view
Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia Jadi Momen Hilangkan "Sumut"  Konotasi Buruk
Foto Dok/Firdaus
Drs Baskami Ginting.

Medan (harianSIB.com)

Ketua DPRD Sumut Drs Baskami Ginting menekankan kepada aparatur pemerintah dan aparat penegak hukum untuk menjadikan peringatan "Hari Anti Korupsi Sedunia" yang jatuh pada 9 Desember, sebagai momentum untuk menghilangkan "Sumut" berkonotasi buruk, yakni "Semua Urusan Mesti Uang Tunai".

Hal itu disampaikan Baskami Ginting kepada wartawan, Selasa (29/11/2022) di sela-sela acara Road to Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia 2022) yang digelar di Lapangan Astaka Jalan Pancing Medan yang dihadiri Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan 33 bupati/wali Kota di Sumut.

"Dalam peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia yang dipercaya Sumut sebagai tuan rumah harus kita jadikan momentum sebagai kebangkitan dan titik balik Sumut yang selama ini berkonotasi buruk. Kita harus bisa menghilangkan image negatif, "Semua Urusan Mesti Uang Tunai", tandas Baskami.

Selain itu, tambah politisi PDI Perjuangan Sumut ini, peringatan ini juga sebagai sorotan hak dan tanggung jawab pejabat pemerintah, pegawai negeri, aparat penegak hukum, media pers, sektor swasta, masyarakat sipil, akademisi, hingga publik dalam menanggulangi korupsi di daerah ini.

"Seluruh stakeholder di Sumut perlu bersama-sama dan bergandengan-tangan dengan satu komitmen, hindari tindak pidana korupsi yang merusak sendi-sendi masyarakat dan bangsa serta menyukseskan "Sumut" menjadi "Semua Urusan Mudah dan Transparan," katanya.

Ditambahkan Baskami, mulai saat ini, seluruh pemangku kepentingan, baik unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumut bersama seluruh elemen masyarakat harus menjadi garda terdepan dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi, guna menjaga integritas dan kepercayaan publik.

Dalam acara "Road to Hari Anti Korupsi Sedunia" ini, Baskami juga menekankan, pentingnya memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia, sebagai bentuk sosialiasi dan edukasi kepada masyarakat luas.

"Korupsi menjadi penghambat utama pengentasan kemiskinan, jika angka korupsi tinggi, maka berdampak kepada rakyat miskin, tingkat pendidikan rendah, layanan kesehatan dan infrastruktur juga buruk," jelasnya. (A4).

Editor
: Robert/Eva
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com