Pesta HUT Ke-69 Punguan Panjaitan Tebingtinggi Meriah, Satu Tekad Pedomani "Dalihan Natolu"


341 view
Pesta HUT Ke-69 Punguan Panjaitan Tebingtinggi Meriah, Satu Tekad Pedomani "Dalihan Natolu"
(Foto SIB/Jekson Turnip)
KUE: Ketua Punguan Panjaitan Boru Bere Ibebere Se Kota Tebingtinggi, S Panjaitan SH dengan Penasihat, Op Pedro Panjaitan dan Ketua Panitia Dean Panjaitan serta para paniaran dan lainnya menyanyikan serta memotong kue HUT ke-69 di Tebingtinggi, Kamis (8/2).
Tebingtinggi (SIB)
Punguan Raja Panjaitan, Boru, Bere dan Ibebere Se-Kota Tebingtinggi melaksanakan pesta hari ulang tahun (HUT) ke-69 di Wisma Tondongta, Tebingtinggi, Kamis (8/2). Dua ratusan lebih kepala keluarga (KK) anggota punguan hadir bersuka cita memeriahkan pesta sekaligus bertekad memegang penuh dan memedomani dalam tradisi Batak yaitu "Dalihan Natolu".
Sebelum merayakan pesta, punguan itu terlebih melaksanakan ibadah. Ibadah menyanyikan lagu syukur dan doa syafaat yang dibawakan Op Pedro Panjaitan. Kemudian khotbah yang disampaikan Pdt Torang Panjaitan STh.
Pendeta Torang menyampaikan khotbah sesuai Tema Roma 12 : 10. Yaitu Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat. "Berpegang teguh dalihan natolu dengan mengeratkan rasa persaudaraan demi kemajuan punguan Panjaitan.Dengan Sub tema melalui HUT Punguan Panjaitan mari kita bersatu memuji memuliakan Tuhan, agar tercapai kemajuan kita bersama," kata Pendeta tersebut.
Ia menjelaskan selama 20 tahun melayani di Kalimantan dan Pulau Jawa. Yang ia tahu punguan Batak jadi role model untuk contoh yaitu punguan Panjaitan. Karena apa, kata Panjaitan yang artinya pantas jadi panutan. Sebab bisa ditunjukkan punguan Panjaitan di Jabodetabek sangat menghargai waktu. "Tidak tau kalau punguan Panjaitan di Tebingtinggi. Bagaimana punguan ini menjadi tiruan sesuai sub tema. Tidak mungkin maju kalau terus terlambat, maupun harus saling menunggu. Saling mengasihi, makhluk sosial harus komunikasi dengan yang lain dan saling pengertian agar punguan semakin maju, pengertian saling pengurus dan ke anggota. Kasih itu jangan purak-purak," tuturnya.
Lebih lanjut dia katakan, Dalihan Na Tolu yaitu Somba marhulahula (sikap sembah/hormat kepada keluarga pihak pemberi istri/ibu), Elek marboru (sikap membujuk/mengayomi anak perempuan dan pihak yang menerima anak perempuan) dan Manat mardongan tubu (sikap berhati-hati kepada teman semarga).
Sementara Ketua Panitia HUT, Dean Panjaitan melaporkan bersyukur dengan waktu singkat bisa melaksanakan HUT. Disebut punguan berusia 69 tahun sudah cukup tua. "Jadi sangat luar biasa pendiri sebelumnya. Punguan ini bukan perorangan melainkan untuk semua Panjaitan Boru Bere Ibebere. Kita mengadakan pemilihan pengurus semoga apa yang kita harapkan bisa tercapai dan bersatu dengan baik itu yang paling penting," tutur Dean.
Sementara Ketua Punguan Panjaitan Boru Bere Ibebere Tebingtinggi, S Panjaitan SH meminta maaf ke semua anggota. Sebab selama ini ia kurang aktif yang alasan kurang sehat. "Saya minta maaf karena kurang aktif di punguan karena alasan kurang sehat. Semoga punguan ini makin maju ke depan," harapnya.
Senada disampaikan Penasihat Punguan yaitu Op Pedro dan H Panjaitan SH. Mereka menyampaikan semua anggota punguan harus memegang teguh istilah Batak yaitu "Dalihan Natolu".
Rangkaian pesta itu ditandai dengan pemotongan kue ulang tahun, pemberian hadiah kepada pelajar dan mahasiswa anggota punguan yang berprestasi. Lalu menyanyikan lagu mars Panjaitan, membuka "tuah ni Gondang". Selanjutnya dengan perkenalan tamu kehormatan dari caleg DPR RI, DPRD Sumut dan DPRD Tebingtinggi serta lainnya.
Hingga berita diturunkan ke redaksi, tim formateur masih merembukkan siapa yang akan dipilih Ketua Punguan untuk 2 tahun berikutnya.(**)
Penulis
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com