Petani Sumut Gembira Alokasi Pupuk Subsidi Naik Jadi 9,5 Juta Ton Dengan Anggaran Rp 53 T


436 view
Petani Sumut Gembira Alokasi Pupuk Subsidi Naik Jadi 9,5 Juta Ton Dengan Anggaran Rp 53 T
Foto Dok/Salmon
Aspirasi: Anggota DPRD Sumut Salmon Sumihar Sagala (baju putih di tengah) foto bersama dengan masyarakat Tanah Karo seusai menerima berbagai  aspirasi untuk diperjuangkan di lembaga legislatif di Sumut, Rabu (3/4/2024).

Medan (harianSIB.com)

Para petani di Sumut merasa senang dan gembira mendengar adanya penambahan alokasi pupuk subsidi untuk petani dari 4,7 juta ton menjadi 9,5 juta ton dengan anggaran Rp 53 triliun. Dengan demikian, petani berharap tidak ada lagi kelangkaan pupuk bersubsidi bagi mereka.

Hal itu disampaikan anggota DPRD Sumut Dapil Karo, Dairi dan Pakpak Bharat Salmon Sumihar Sagala kepada wartawan, Rabu (3/4/2024) melalui telepon dari Kabupaten Karo seusai bertemu dengan sejumlah kelompok tani di daerah "Bumi Turang" itu.

"Dari pertemuan kita dengan sejumlah kelompok tani di Karo, pada umumnya petani merasa senang dan gembira mendengar informasi, bahwa pemerintah akan menambah alokasi pupuk subsidi untuk petani di tahun 2024 ini dari 4,7 juta ton menjadi 9,5 juta ton," ujar Salmon Sumihar Sagala.

Dengan ditambahnya alokasi pupuk bersubsidi ini, ungkap politisi PDI Perjuangan ini, para petani di Sumut sangat berharap, kebutuhan pupuk bersubsidi bagi mereka dapat terpenuhi dan tidak ada lagi terjadi kelangkaan pupuk di saat pemupukan tanaman tiba.

Begitu juga dalam pendistribusiannya kepada petani, ujar Salmon, hendaknya tidak dibatasi waktu, seperti sebelumnya yang hanya pada waktu tertentu bisa diambil dari penyalur pupuk bersubsidi, sehingga para petani kerap tidak kebagian "jatah" pupuk bersubsidi.

"Memang tahun ini sudah diberi kemudahan bagi petani mendapatkan pupuk subsidi, petani bisa hanya menunjukkan KTP saja," tandas anggota Komisi A ini sembari berharap kepada PT Pupuk Indonesia (Persero) secepatnya menyalurkan pupuk bersubsidi ini, agar petani bisa memanfaatkannya.

Dalam hal ini, tambah Salmon Sagala, para petani berharap kepada Pemprov Sumut dan Pemkab/Pemko se-Sumut harus kompak "menjemput bola" ke pemerintah pusat atau PT Pupuk Indonesia terkait penambahan alokasi pupuk bersubsidi ini, agar Sumut juga kebagian jatah, sehingga petani daerah ini tidak lagi kekurangan pupuk bersubsidi.

Penegasan itu disampaikan Salmon Sagala menanggapi berita SIB, Rabu (3/4) terkait pernyataan Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), bahwa pemerintah telah menambah alokasi pupuk subsidi untuk petani dari 4,7 juta ton menjadi 9,5 juta ton dengan anggaran Rp 53 triliun.

"Peningkatan alokasi pupuk subsidi awalnya Desember (2023) diputuskan 4,7 juta ton, dengan anggaran Rp 26,7 triliun. Tetapi kemudian dievaluasi pemerintah sehingga alokasi pupuk subsidi di tahun 2024 ditingkatkan 9,5 juta ton, angka ini sama dengan alokasi tahun 2016 dan 2019," kata Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI, Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Selasa (2/4).

Dalam paparannya, 9,5 juta ton pupuk subsidi itu terdiri dari pupuk urea 4,6 juta ton, NPK 4,2 juta ton, NPK Kakao 136 ribu ton, dan Organik 500 ribu ton. "Anggaran subsidinya dari sebelumnya Rp 26,7 triliun menjadi Rp 53,3 triliun," jelasnya.

Ketetapan ini juga telah tertuang dalam Surat Menteri Pertanian RI Kepada Gubernur Selindo Nomor B-51/SR.210/M/03/2024 tertanggal 24 Maret 2024.(**).

Penulis
: Koran SIB Firdaus Peranginangin
Editor
: Wilfred/Bantors
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com