Bertambah Gembala Jemaat Wafat karena Covid-19

Pimpinan Agama di Sumut Minta Diprioritaskan Divaksinasi


341 view
Pimpinan Agama di Sumut Minta Diprioritaskan Divaksinasi
Foto: SIB/Oki Lenore
PIMPINAN AGAMA : Ketum PGPI SUA Pdt Samuel Ghozaly dan Ketua Dewan Pertimbangan Gereja Pentakosta Pbs Robert Dalen Siburian SE serta mantan Ketua PGPI SUA Pdt Dr Paul F Wakkary dalam pertemuan akhir 2020.
Medan (SIB)
Ketua Umum Persekutuan Gereja Pentakosta Indonesia (PGPI) Sumatera Utara - Aceh (SUA) Pdt Samuel Ghozaly dan Ketua Dewan Pertimbangan Gereja Pentakosta (GP) Pbs Robert Dalen Siburian SE meminta otoritas memrioritaskan tokoh dan pimpinan agama termasuk gembala jemaat untuk divaksin terkait Covid-19. Harapan tersebut karena semakin bertambah jumlah penderita terpapar virus corona bahkan sampai wafat, khususnya di kalangan pimpinan agama.

Ditemui terpisah di Medan, Rabu (3/2), Pdt Samuel Ghozaly mengutarakan di kalangan Gereja Pentakosta di Indonesia (GPdI) pada pekan pertama Februari 2021, ada dua gembala jemaat di Pematangsiantar yang wafat. “Saya berduka. Kebetulan saya pun Ketua Majelis Daerah (MD) GPdI. Itulah alasan, cepatlah divaksinasi,” ujarnya di Gereja GPdI Ebenhaezer Jalan Sampurna Kampung Lalang Medan.

Dua gembala yang wafat tersebut di Pematangsiantar yakni Pdt Rimda Hutabarat dan Pdt Rudi Nainggolan dari GPdI Pematangsiantar dan GPdi Kerasaan. “Mohon, vaksinasi sesegeranya untuk gembala-gembala jemaat. Tak hanya di lingkungan PGPI tapi seluruhnya,” harap Pdt Samuel Ghozaly.

Pbs RD Siburian pun berharap serupa. Menurutnya, di 2021 yang belum sampai 40 hari jumlah yang terpapar hingga wafat, ada. “Kita sudah mematuhi protokol kesehatan dengan sangat ketat, tapi memang diperlukan vaksinasi. Mendesak,” ujar putra pendiri Gereja Pentakosta Pdt Ev Lukas Siburian tersebut.

Ia menunjuk kerabatnya yang gembala jemaat, terpapar virus mematikan di akhir 2020 dan membuka 2021 menghadapi kedukaan serupa. “Semua memang sudah ketentuan-Nya tapi karena tahu penyebabnya dan sekarang ada upaya antisipasi, dengan vaksinasi, maka dianjurkan untuk lebih sesegera,” harapnya sambil mengemukakan data bahwa dari denominasi lainnya pun ada gembala jeaat yang wafat karena virus mematikan tersebut.

Ia mengatakan, Gereja Pentakosta mematuhi anjuran pemerintah dengan ibadah daring, Jika pun ibadah konvensional, dengan pembatasan jemaat di gereja. “Tetapi, vaksinasi adalah penangkal virus corona yang baik,” ujarnya.

Pbs RD Siburian mengutip nats Alkitab mengenai penghormatan dan penghargaan pada tubuh karena tubuh manusia adalah bait Roh Kudus. “Pada 1 Kor 3 : 16, 19 - 20 kan dituliskan hal seperti itu,” ujarnya. “Dengan divaksin berarti telah menghargai dan menghormati Roh Kudus yang diam di dalam tubuh manusia.”

Pdt Samuel Ghozaly mengatakan, hampir di seluruh gereja dalam cakupan PGPI dan GPdI menyiasati pandemi dengan ragam hal strategis. Ia menunjuk GPdi Ebebezer Jalan Sempurna Kampunglalang dengan kebaktian virtual dan konvensional. “Untuk konvensional, ada lima kali ibadah tiap minggu demi mengurangi kapasitas hingga 30 persen dari biasanya. Tapi harapnnya, tetap vaksinasi,” sebutnya didampingi Ps Michael Ghozaly. (R10/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com