Pj Wali Kota Tebingtinggi Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Daerah Secara Virtual


129 view
Pj Wali Kota Tebingtinggi Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Daerah Secara Virtual
Foto: Dok / Dinas Kominfo
RAKOR VIRTUAL : Pj Wali Kota Tebingtinggi Syarmadani ikuti Rakor pengendalian inflasi daerah secara virtual, Senin (22/1), di ruang Kerja lantai IV gedung Balai Kota Jalan Sutomo. 

Tebingtinggi (SIB)

Pj Wali Kota Tebingtinggi Drs Syarmadani MSi bersama stakeholder terkait mengikuti rapat koordinasi (Rakor) pengendalian inflasi daerah secara virtual, Senin (22/1) di ruang Kerja lantai IV Gedung Balai Kota Jalan Sutomo.

Rakor yang rutin digelar setiap minggunya ini, dipimpin Mendagri RI Jend.Pol.(Purn.) Muhammad Tito Karnavian, dari Gedung Sasana Bakti Praja (SBP) kantor Kemendagri Jakarta, yang diikuti seluruh kepala daerah, gubernur, bupati, walikKota, Forkopimda dan TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) di daerah masing-masing.

Mendagri RI dalam arahannya, mengingatkan Pemerintah Daerah (Pemda) untuk melakukan intervensi kebijakan dalam mengendalikan inflasi akibat kenaikan harga sejumlah komoditas seperti beras, daging ayam ras dan bawang putih.

Pasalnya, kenaikan harga ketiga komoditas tersebut diungkapkan oleh sejumlah pembicara pada, di antaranya dari Badan Pusat Statistik (BPS), Badan Pangan Nasional (Bapanas), Kantor Staf Presiden (KSP), Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag)."Khusus untuk masalah pangan, hampir semua pembicara menyampaikan sama. Satu beras, yang masih mengalami kenaikan atau diatas harga acuan pemerintah. Kdua adalah daging ayam ras, hampir semuanya menyampaikan demikian, kemudian bawang putih," ungkap Mendagri RI.

Mendagri RI menjelaskan, Pemda dengan bantuan stakeholder terkait perlu melakukan langkah-langkah untuk menjaga agar ketiga komoditas itu harganya tetap terkendali.Sementara di tingkat pusat, Mendagri RI menyebut, antara badan-badan terkait perlu mengambil inisiatif dan koordinasi lebih lanjut mengenai ketersediaan ketiga komoditas tersebut."Saya persilakan siapa saja yang mau ambil Inisiatif, apa KSP atau Kemendag atau Bapanas, terutama untuk mengendalikan harga bawang putih dan harga daging ayam ras. Karena bawang putih, sekali lagi tergantung impor, setelah impornya masuk realisasikan digelontorkan dengan harga yang wajar maka Itu pasti akan turun," kata Mendagri RI.

Ditambahkan Mendagri, intervensi Pemerintah Pusat maupun Pemda dalam bentuk bantuan sosial (Bansos), Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan Gerakan Pasar Murah, perlu terus digenjot. Hal ini dilakukan untuk menekan angka inflasi, terutama membantu rakyat yang tidak mampu memiliki daya beli.

Turut hadir secara virtual, Danramil 13/TT Kapt. Yudi Chandra, Plt. Asisten Ekbang Ir Nasrullah, Kadis Ketapang dan Pertanian Marimbun Marpaung, Kadis Perdagangan, Koperasi dan UKM Zahidin.Kemudian, Kadis Sosial Drs. Khairil Anwa., Kadisnakerperin Ir. Iboy Hutapea, Agustiar, ST, mewakili Kepala BPS, perwakilan stakeholder tekait dan tim Aptika. (**)

Penulis
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com