Politisi Partai Demokrat: Penghentian Siaran TV Analog Saat Ini Tidak Tepat Momentumnya


527 view
Politisi Partai Demokrat:  Penghentian Siaran TV Analog  Saat Ini Tidak Tepat Momentumnya
(Foto Dok/Firdaus)
A Fajri Akbar SH.
Medan (harianSIB.com)
Politisi Partai Demokrat Sumut A Fajri Akbar meminta pemerintah mengaktifkan kembali akses saluran TV Analog di Kota Medan dan beberapa kabupaten/kota lainnya di Sumut yang dihentikan sejak 31 Juli 2023, karena penghentiannya saat ini momentumnya tidak tepat.
"Ada 3 alasan kuat yang harus menjadi perhatian pemerintah untuk mengaktifkan kembali saluran TV Analog. Pertama, aspek ekonomi atau perekonomian rakyat belum pulih sepenuhnya pasca pandemi Covid-19," ujar A Fajri Akbar kepada wartawan, Selasa (1/8/2023) di Medan.
Apalagi saat ini, kata politisi muda ini, baru saja memasuki tahun ajaran baru sekolah yang tentu banyak pengeluaran untuk mempersiapkan keperluan sekolah, sehingga keuangan masyarakat belum sepenuhnya mampu membeli perangkat set top box yang harganya paling murah Rp250 ribu untuk mengaktifkan siaran TV.
Dari segi aspek momentum, Fajri menilai, sangatlah tidak tepat di saat Bangsa Indonesia tengah memasuki perayaan kemerdekaan di bulan Agustus, justru dihentikan saluran TV.
Ada hal kontradiksi, katanya, karena momentum kemerdekaan merupakan kebebasan dari penjajahan, tentu saja tidak tepat, di saat merayakan hari kemerdekaannya, justeru rakyat terbelenggu tidak bisa menonton siaran TV, karena belum mampu membeli perangkat yang diperlukan yakni set top box.
Dari aspek psikologis, katanya, faktanya masyarakat banyak yang terkejut begitu membuka siaran TV, karena yang terlihat hanyalah bintik-bintik putih, sehingga menimbulkan kegaduhan dan keluhan masyarakat di media sosial, karena dianggap tiba-tiba siaran analog dihentikan.
"Berarti sosialisasi penghentian siaran TV Analog di Sumut pada 31 Juli, tidak tersampaikan dengan baik sehingga secara psikologis rakyat belum siap," tegas Fajri sembari berharap pemerintah dalam hal ini Kemenkominfo bisa peka dan merespon 3 alasan tersebut, dengan membuka kembali siaran TV Analog, setidaknya hingga berakhirnya bulan kemerdekaan RI.
"Jika siaran TV Analog dihentikan mulai September, tentu rakyat lebih siap. Efek keperluan biaya tahun ajaran baru sekolah sudah terlampaui dan masyarakat bisa lebih mempersiapkan dana pembelian perangkat set top box," ungkapnya.(A4).


Editor
: Eva
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com