Proyek Jembatan Berbiaya Rp 683 Juta Lebih di Brandan Barat Langkat Diragukan Kualitasnya


197 view
Foto SIB:Lesman Simamora
Terlihat jalan berlumpur tebal di kedua sisi ujung jembatan yang baru selesai dibangun tepatnya di Dusun Gotong Royong Kelurahan Tangkahan Durian Langkat. 
Brandan Barat (SIB)
Proyek pembangunan jembatan dengan sumber dana APBD Langkat T.A 2020 senilai Rp 683 juta lebih di Dusun Gotong Royong Kelurahan Tangkahan Durian Kecamatan Brandan Barat Langkat diragukan kualitasnya.

Pantauan SIB, Senin (4/1), mutu pengerjaan proyek tidak rapi, plesteran coran beton di berbagai sudut jembatan terlihat kasar, sehingga patut diduga proyek dikerjakan tidak sesuai spesifikasi teknis.

Parahnya lagi, jalan di kedua sisi ujung jembatan tidak dikeraskan, tapi hanya ditimbun menggunakan material tanah sehingga apabila truk melintas bisa anjlok.

Warga di sekitar lokasi jembatan mengaku kecewa dan sekaligus dirugikan karena jembatan itu termasuk urat nadi bagi mereka untuk mengeluarkan berbagai komoditas hasil pertanian, seperti tandan buah sawit (TBS), getah dan lainnya untuk dipasarkan ke luar.

“Jalan di kedua sisi ujung jembatan tidak diaspal atau ditimbun dengan material sirtu, tapi hanya ditimbun dengan material tanah. Itu pun apa adanya, sehingga warga terpaksa bergotong royong membeli material sirtu guna menimbun jalan ini, itu pun belum juga memadai," ujar warga sekitar jembatan, mengaku bernama Heri kepada sejumlah awak media.

Dia berharap, jalan di kedua sisi ujung jembatan diperbaiki. Minimal dilakukan perkerasan jalan, sehingga akses jalan di kawasan sentra pertanian itu, mudah dilalui, tidak seperti sekarang jalan berlumpur dan licin.

Terpisah, salah satu tokoh pemuda di Pangkalan Brandan, Hasrizal mengatakan, pembangunan infrastruktur jembatan sangat diharapkan untuk memudahkan akses arus transportasi bagi pengguna jalan, khususnya bagi warga di dusun tersebut.
Dia meminta pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) Langkat segera menyahuti permintaan warga, agar jalan di kedua sisi ujung jembatan dikeraskan.

Kepala Dinas PUPR Langkat, Subiyanto yang dikonfirmasi SIB melalui telpon selularnya, dan via sambungan WhatsApp-nya, Selasa (5/4) tidak merespon. Beberapa kali dihubungi termasuk foto jembatan yang baru selesai dibangun turut dilampirkan, namun yang bersangkutan tidak juga menjawab.(M25/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com