RS Pirngadi Adakan Pelatihan BHD Dua Hari


265 view
RS Pirngadi Adakan Pelatihan BHD Dua Hari
(Foto: harianSIB.com/Leo Bukit)
FOTO BERSAMA: Direktur RSUD Dr Pirngadi Medan dr Syamsul Arifin Nasution, didampingi Wadir SDM dan Pendidikan, Rina Amelia, foto bersama dengan lainnya usai membuka pelatihan BHD, Senin (21/11/2022). 

Medan (harianSIB.com)

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Pirngadi Medan kembali mengadakan pelatihan Bantuan Dasar Hidup (BHD) selama dua hari pada 21-22 November 2022.


Direktur RSUD Dr Pirngadi Medan dr Syamsul Arifin Nasution, didampingi Wadir SDM dan Pendidikan RSUD Dr Pirngadi Medan Rina Amelia, mengatakan, pelatihan tersebut sangat penting sehingga dilakukan kembali.


Ia berharap dengan adanya pelatihan BHD ini, semua pekerja di rumah sakit milik Pemko Medan itu mempunyai kompetensi dan dapat membantu jika ada orang membutuhkan bantuan dikarenakan henti nafas atau jantung.


"Kegiatan ini sangat penting, apalagi kita adalah pekerja rumah sakit yang sewaktu- waktu datang pasien yang dalam kondisi butuh pertolongan sehingga terhindar dari kematian," katanya, Senin (21/11/2022).


Seorang narasumber dari Dewan Pengurus Wilayah Himpunan Perawat Gawat Darurat dan Bencana Indonesia (DPW HIBGABI) Provinsi Sumut, Muhammad Sukri Tanjung, mengatakan, pelatihan BHD secara prinsip dilakukan dalam rangka pencapaian kompetensi penanganan kegawatdaruratan.


Khususnya, kata dia, saat pasien mengalami henti nafas dan henti jantung.


Di pelatihan ini diajarkan bagaimana penanganan terhadap pasien tersebut dan juga memberitahukan tahapan-tahapan supaya memang standardisasi dari kegawatdaruratan itu bisa tercapai.


"Penanganan orang yang mengalami henti nafas dan jantung penanganannya harus tepat sesuai dengan tujuan pelatihan itu," katanya.


Ia mengatakan BHD dapat dilakukan kepada pasien dengan kriteria henti jantung. Disebut dengan BHD, tindakan itu bisa dilakukan oleh siapapun dengan catatan terlatih.


Tindakan BHD ini tidak menggunakan peralatan tetapi cukup dilakukan dengan apa yang ada di badan.


Pada saat bersamaan juga, katanya, harus diaktifkan sistem pertolongan di RS yakni code blue, hanya saja sebelum code blue itu diaktifkan akan ada tindakan lanjutan tenaga yang banyak dan ahli.


"Tujuan dilakukan pelatihan BHD di RS agar semua staf, karyawan yang bekerja di RS ini memiliki kompetensi dan berharap dia bisa menyosialisasikan dan melatih, mengajarkan dan mengedukasi teman-temannya," ujarnya, yang mengaku tahun ini pihaknya sudah mengelola pelatihan BHD sebanyak 16 kegiatan dan itu dilakukan di beberapa RS juga.


Adapun tindakan BHD jika menemukan pasien yang mengalami henti nafas atau jantung yaitu pertama memanggil nama pasien sambil menepuk bahu, bila pasien nol respon maka bisa diaktifkan code blue, cek nadi carotis selama 5 detik, pijat jantung luar jika nadi tidak terasa, jangan berhenti hingga tim code blue.


"BHD dilakukan kepada pasien penyakit jantung iskemik, penyakit pernapasan kronis, keracunan, tenggelam, trauma, kelainan elektrolit, aritmia dan pasien koma," katanya. (*)


Penulis
: Leo Bukit
Editor
: Wilfred/Donna Hutagalung
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com