Sidang Lanjutan PT AP II Digugat Rp 1,8 Miliar

Rekanan Tuding PT Angkasa Pura II Langgar Perjanjian


183 view
Foto: Okezone
Ilustrasi Angkasa Pura II
Lubukpakam (SIB)
Kondisi force majeure (darurat-red) karena Covid-19 bukanlah alasan yang tepat ditujukan oleh pemberi pekerjaan yaitu PT Angkasa Pura II kepada pelaksana pekerjaan yaitu rekanan CV Marendal Mas, untuk menunda pembayaran pengadaan dan pemasangan AC (Air Conditioner) atau alat pendingin ruangan Garbarata Terminal Bandara Kualanamu, namun kondisi itu sebenarnya ditujukan pelaksana pekerjaan kepada pemberi pekerjaan.

Pernyataan itu merupakan jawaban rekanan (penggugat) yang disampaikan kuasa hukumnya Dedi Pranajaya SH dan Sigit Purnomo SH, menjawab eksepsi (jawaban tergugat) pada sidang lanjutan gugatan Rp 1,8 miliar terhadap PT Angkasa Pura II, yang digelar Pengadilan Negeri (PN) Lubukpakam, Kamis (18/3).

Pada sidang yang dipimpin Majelis Hakim, Munawwar Hamidi SH didampingi hakim anggota Halimatussakdiah dan Irwansyah, serta dihadiri kuasa hukum tergugat PT Angkasa Pura II, Wahana Grahawan, kuasa hukum penggugat menuding PT Angkasa Pura II telah melanggar perjanjian.

Dalam perjanjian nomor PJJ.04.04.01/05/07/2019/0104 tentang force majeure dijelaskan dalam hal terjadi force majeure, maka para pihak dapat mempertimbangkan kembali jangka waktu pelaksanaan pekerjaan, dan tidak ada satu klausal pun dalam perjanjain menyebutkan force majeure agar terbebas atau menunda pembayaran.

Tergugat selaku BUMN sudah pasti telah memiliki anggaran sebelum melakukan tender. Masa tender pekerjaan itu adalah April 2019 dengan kontrak Juni 2019. Selanjutnya dilakukan penagihan pembayaran April 2020, namun tidak dibayarkan.

Faktanya penggugat telah menyelesaikan pekerjaan dengan baik dan prestasi fisik mencapai 100 persen. Hal itu juga sudah dinyatakan PT Angkasa Pura II dalam berita acara pemeriksaan lapangan, sehingga tergugat tidak dapat menarik kembali atau pura-pura tidak mengakuinya.

Sebelumnya diberitakan, Direktur CV Marendal Mas, Syamsul Chaniago, menggugat PT Angkasa Pura II Kualanamu sekira Rp 1,8 miliar di PN Lubukpakam terkait belum dibayarnya kontrak kerja pada proyek pengadaan dan pemasangan alat pendingin ruangan atau AC yang sudah diserahterimakan prestasi pisiknya, 6 April 2020. (C1)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib.com edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com