Ribuan Hektare Tanaman Padi di Sergai Rusak Diterpa Banjir dan Angin Kencang

* Plt Kadis Pertanian: Petani Kita Arahkan Ikuti Program AUTP

166 view
Foto SIB/Rimpun H Sihombing
Dedi Iskandar SP MM
Sergai (SIB)
Ribuan hektare (Ha) tanaman padi milik warga yang tersebar di wilayah Kabupaten Serdangbedagai (Sergai) rusak diterpa banjir dan angin kencang.

"Bulan Januari 2021 ini banyak terjadi bencana yang merugikan petani. Berdasarkan data yang kita terima, ribuan hektare tanaman padi di Sergai rusak disebabkan banjir dan angin kencang. Namanya faktor alam, kita gak bisa prediksi," sebut pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Sergai, Dedi Iskandar, Rabu (20/1/2021) di Kantor Dinas Pertanian Sergai di Seirampah.

Dedi kemudian memaparkan, areal tanaman padi milik warga yang rusak disebabkan banjir dan angin kencang tersebar di sejumlah wilayah kecamatan antara lain, di Kecamatan Seibamban seluas 710 Ha, dimana 307 Ha di antaranya berpotensi mengalami puso (gagal panen). Selanjutnya, di Kecamatan Tebingtinggi 243 Ha dan berpotensi puso 32,5 Ha. Di Kecamatan Seirampah 488,2 Ha dan berpotensi puso 206,8 Ha.

Kemudian, di Kecamatan Telukmengkudu 456,2 Ha dengan potensi puso 19,5 Ha. Di Tanjungberingin 1.116 Ha dengan potensi puso 52 Ha. Di Bandarkhalipah 630 Ha dengan potensi puso 105 Ha. Perbaungan 26 Ha dengan potensi puso 15 Ha. Terakhir, Kecamatan Dolokmasihul 80 Ha dan 6 Ha diantaranya berpotensi puso.

"Berdasarkan data tersebut, total areal tanaman padi di Sergai yang rusak akibat banjir dan angin kencang seluas 3.749,4 Ha, dimana 743,8 Ha diantaranya berpotensi mengalami puso," sebut Dedi.

Dia juga mengatakan, beberapa hari lalu, pihaknya telah ke Kecamatan Telukmengkudu untuk meninjau kondisi tanaman padi milik warga yang rebah diterpa angin kencang.

"Sebagai pencegahan meminimalisir risiko, kami mengarahkan petani padi mengikuti program AUTP (Asuransi Usaha Tani Padi). Dan sebagian petani yang tanaman padinya mengalami banjir atau tumbang, sudah masuk AUTP. Asuransi ini diharapkan dapat memberikan perlindungan terhadap resiko ketidakpastian dengan menjamin petani mendapatkan kembali modal kerja untuk berusaha tani dari klaim asuransi tersebut," pungkas Dedi Iskandar. (T06/a)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com