SE Kemenkes Perpanjang Imunisasi MR Jadi Warning Bagi Gubsu

* Capaian MR di Sumut Kalah dari Papua Barat

264 view
Medan (SIB)- Surat edaran Kementerian Kesehatan Nomor: SR.02.06/Menkes/573/2018 tentang waktu pelaksanaan kampanye Imunisasi Measles Rubella (MR) Fase II tanggal 20 September 2018, seharusnya menjadi warning bagi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, khususnya Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi. 

Konsultan Unicef untuk Kampanye Imunisasi MR Wilayah Provinsi Sumut-Aceh, Masri Aulia menjelaskan sampai 29 September 2018, cakupan MR di Sumatera Utara baru mencapai 47,97% atau 2,058,664 anak usia 9 bulan sampai 15 tahun yang divaksinasi, dari total sasaran 4,291,857 anak.

"Kenapa ini menjadi tanggung jawab gubernur, karena program Imunisasi Massal Campak Rubella adalah program prioritas nasional, yang otomatis menjadi program wajib daerah sebagai mana UU Pemerintah Daerah Nomor 23 Tahun 2014," jelas Aulia kepada wartawan, Minggu (30/9).

Berdasarkan analisa Unicef dan WHO, Provinsi Sumatera Utara perlu strategi untuk cakupan 1,5% sampai dengan 2,0% rata-rata per hari baru bisa mencapai 95% pada akhir Oktober 2018. "Kenapa harus 95% cakupan MR? Karena dengan cakupan 95%, mampu menciptakan 'Kekebalan Komunitas' terhadap bahaya virus Campak dan Rubella," tegasnya.

Instruksi dan arahan langsung gubernur kepada bupati dan wali kota akan memberikan peluang terbaik bagi petugas kesehatan dalam melaksanakan tugasnya memenuhi "Hak Anak" untuk mendapatkan perlindungan kesehatan. 

"Komitmen dan tindakan nyata gubernur akan sangat menentukan mampu atau tidaknya Sumatera Utara mencapai 95%. Provinsi Papua Barat hari ini sudah mencapai 96,1%. Masak kita kalah dengan Papua Barat," ketusnya.

Sementara, Dinkes Sumut optimis dan meyakini target 95% vaksinasi MR dapat terpenuhi. Hal ini sekaitan dengan diperpanjangnya kampanye imunisasi MR hingga 31 Oktober 2018 oleh Kementerian Kesehatan RI sesuai dengan surat yang tertuang dalam Nomor: SR.02.06/Menkes/573/2018 tanggal 20 September 2018.

Optimis
Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Agustama Apt MKes didampingi Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi, Suhadi menjelaskan pihaknya akan terus mendorong agar capaian imunisasi 95%.

"Sesuai dengan masukan Indonesia Tekhnical Advisory Group for Immunization (ITAGI), cakupan yang diyakini mampu memberikan kekebalan kepada masyarakat dan mampu memutus rantai penularan adalah 95% dari sasaran yang ada di setiap wilayah epidemioligis dan atau administrasi pemerintah," katanya.

Menurut Agustama, pihaknya juga sudah mengirimkan surat edaran kepada seluruh kepala dinas kesehatan kabupaten/kota agar dapat mengoptimalkan pencapaian hingga 95%.

"Sudah, sudah kita kirimkan surat edarannya pada 24 September kemarin. Intinya, kita mengharapkan agar Dinkes kabupaten/kota dapat mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada agar target capaian imunisasi MR sebesar 95% dapat diwujudkan bersama dan merata di seluruh tingkatan layanan," jelasnya.
Sementara itu, hingga 29 September 2018, sudah sebanyak 2.058.664 anak di Sumut yang sudah diimunisasi MR atau sekitar 47,97%. Adapun daerah yang melebihi target cakupan yakni Kabupaten Tobasa sekitar 99,29%, Humbahas 97,89%, dan Samosir 98,88%. Sedangkan kabupaten/kota terendah yakni Labuhanbatu Selatan dan Tanjungbalai masih di bawah 10%. (A17/d)
Tag:
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com