Sepedamotornya Ditarik, Warga Mencirim Mengadu ke DPRD Binjai


384 view
Binjai (SIB) -Seorang konsumen Roni Arizona, warga Jalan Nuri, Kelurahan Mencirim, Binjai Timur melaporkan perusahaan leasing PT RF ke DPRD Binjai karena telah menarik paksa sepedamotor miliknya, Selasa (1/8).

Roni Arizona mengaku, pihak leasing melalui pihak ketiga (eksternal) melakukan penarikan sepedamotor Honda Beat dengan nomor polisi (nopol) BK 2882 RAQ saat dikendarai keponakannya Yuda pada Kamis (13/7) di Jalan Binjai-Medan KM 16, Kecamatan Sunggal, Deliserdang.

Oknum yang menarik sepedamotor itu, menurut pengakuan kopanakannya Yudi  ada 2 orang. "Aku lagi jalan, terus dipepet 2 orang mengendarai Vario. Lantas tukang tarik itu menyuruh saya minggir. Kemudian mereka meminta aku menunjukkan STNK sepedamotor yang kupinjam dari om saya," ujar Yuda.

Sambung Yuda, kedua orang itu kemudian memaksanya ke kantor RF di Glugur Medan dengan dalih mengambil surat peringatan dari kantor. "Sesampai di kantor Radana saya disuruh menyerahkan kunci kereta. Kunci itu diambil sekuritinya. Selanjutnya dituntun naik ke lantai tiga sembari menjelaskan semua denda-denda kreditnya. Namun alangkah terkejutnya saya ketika melihat sepedamotor yang saya pakai tidak ada lagi di lantai pertama. Ketika ditanya kepada bagian administrasinya, dijawab untuk sementara keretanya dititip dan kalau sudah selesai urusannya bisa diambil di kantor itu, jelas Yuda.

Sementara itu, Febri adik Roni Arizona yang saat kejadian itu berboncengan dengan Yuda menceritakan keadaan sepedamotor Honda Beat tersebut  menunggak selama 4 bulan dengan pembayaran setiap bulannya Rp 583 ribu.

"Sepeda motor ini kan kredit selama 40 bulan. 31 bulan sudah dibayar, memang ada tunggakan 4 bulan, masak mereka langsung main tarik di jalan aja, kami kan mau bayar. Tapi kemarin ada kendala karena tidak ada kerjaan, belum bisa membayar cicilan kreditnya," kata Febri yang kesehariannya sebagai buruh bangunan.

Roni berharap kepada anggota DPRD Binjai membantu untuk mengambil kembali sepedamotor tersebut karena dibutuhkan untuk bekerja.

Mendengar penjelasan dari pemilik sepedamotor, Ketua Komisi B DPRD Kota Binjai Jonita Agina Bangun segera menjadwalkan pemanggilan kepada pihak PT RF untuk mengkroscek atau meminta penjelasan. Kepada pemilik sepedamotor diminta agar membuat surat laporan resmi ke DPRD Kota Binjai dengan menyertakan KTP dan foto kopi STNK. "Adik buat surat laporan biar bisa kita tindaklanjuti. Biasanya bisa kita ambil kembali itu kereta karena sudah beberapa kali kejadian seperti ini," tandasnya. (A25/q)
Tag:
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com